Oknum BPLS diduga peras warga terdampak lumpur Lapindo

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. imbauan Presiden untuk mengembangkan inovasi technopreneur dan dugaan kasus pemerasan yang dilakukan oknum BPLS terhadap warga terdampak lumpur Lapindo.CIPTAKAN
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  01:40 WIB

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. imbauan Presiden untuk mengembangkan inovasi technopreneur dan dugaan kasus pemerasan yang dilakukan oknum BPLS terhadap warga terdampak lumpur Lapindo.CIPTAKAN TECHNOPRENEUR: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak ITB dan ITS untuk mengembangkan inovasi dan technopreuneur yang kini sangat dibutuhkan untuk memacu pembangunan.SBY mengutarakan hal itu saat memberikan kuliah umum di Graha ITS kemarin dalam rangkaian kunjungannya ke Surabaya selama 3 hari mulai Senin pekan ini. (Bisnis Indonesia Jatim Bali)RAGUKAN MANFAAT: Serikat Buruh Migran Indonesia Jawa Timur menilai kebijakan pemerintah memberlakukan kredit usaha rakyat pada TKI kurang tepat karena suku bunga pinjaman itu masih relatif tinggi.Ketua Serikat Buruh Migran (SBMI) Jatim Muhammad Cholili mengatakan kebijakan pemerintah menyalurkan KUR justru akan memberatkan buruh dan keluarganya, karena harus menanggung bunga yang cukup tinggi. Bunga pinjaman KUR itu masih mahal, yakni sekitar 22%, sehingga penyalurannya kepada TKI belum fleksibel. (Bisnis Indonesia Jatim Bali)BPLS PERAS WARGA: Staf Badan Penanggulangan Lumpur Lapindo Sidoarjo (BPLS) diduga memeras warga terkait jual beli tanah dengan harga rata-rata Rp300.000 per m2 dari harga tanah. Berdasarkan pengakuan warga, pada perjanjian ikatan jual beli (PIJB) petugas meminta fee dari nilai Rp1.000.000 harga tanah sesuai perpres 48/2008. Bagi yang tidak mau menyetor fee, tanah ditetapkan menjadi tanah sawah yang harganya jauh lebih rendah. (Jawa Pos)TOL TENGAH: Wakil Ketua DPRD Surabaya Akhmad Suyanto menegaskan tidak perlu memaksakan pembangunan jalan tol tengah Surabaya. Alasannya, kemacetan akibat proyek itu akan sangat parah mulai proses pembangunan sampai saat tol beroperasi.Intinya, Surabaya akan dirugikan kalau tol dioperasikan. Dia juga mengungkapkan presentasi terkait tol tengah juga belum ada pemberitahuan. Sementara beberapa warga menyatakan pendapat beragam atas tol itu. (Kompas Jatim)(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top