Sektor konstruksi tahun depan diprediksi tumbuh 30%

JAKARTA: Kalangan pelaku usaha konstruksi memperkirakan industri jasa konstruksi nasional pada 2011 diperkirakan tumbuh hingga 30% menyusul membaiknya kondisi perekonomian dan peningkatan anggaran di sektor infrastruktur.
Zufrizal | 15 Desember 2010 12:39 WIB

JAKARTA: Kalangan pelaku usaha konstruksi memperkirakan industri jasa konstruksi nasional pada 2011 diperkirakan tumbuh hingga 30% menyusul membaiknya kondisi perekonomian dan peningkatan anggaran di sektor infrastruktur.

Selain itu kondisi politik nasional secara keseluruhan relatif aman, sehingga menciptakan iklim investasi yang kondusif dan menarik minat investor dalam merealisasikan proyek-proyek konstruksi di Indonesia.Ketua Umum Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Sudarto mengatakan kondisi perekonomian nasional yang tumbuh sekitar 6% mendorong peningkatan kebutuhan produk konstruksi seperti properti dan infrastruktur pendukung.Menurut dia, peningkatan kebutuhan produk konstruksi dan realisasi pembangunan infrastruktur di Tanah Air juga berimplikasi pada peningkatan kebutuhan pada industri manufaktur lainnya seperti baja, besi, dan semen."Industri konstruksi pada tahun depan diperkirakan tumbuh hingga 30% menyusul membaiknya perekonomian nasional yang mendongkrak permintaan kebutuhan properti," katanya kepada Bisnis, hari ini.Ketua Umum Gabungan Perusahaan Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Irwan Kartiwan mengatakan peningkatan anggaran pemerintah di sektor infrastruktur di Kementerian Pekerjaan Umum yang pada 2011 mencapai Rp57,2 triliun atau naik 56,7% dibandingkan dengan realisasi APBNP 2010 sebesar Rp36,5 triliun akan berdampak signifikan pada penyelenggaraan jasa konstruksi di Tanah Air.Data Bisnis mencatat belanja konstruksi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir terus mengalami peningkatan seiring dengan naiknya anggaran pemerintah di sektor pekerjaan umum. Pada 2008 anggaran untuk Kementerian PU mencapai Rp35,4 triliun, kemudian naik pada 2009 menjadi Rp35,9 triliun.Selanjutnya pada 2010 anggarannya naik lagi menjadi Rp36,5 triliun dan pada 2011 Kementerian PU mendapat alokasi anggaran sebesar Rp57,2 triliun.Peningkatan anggaran untuk proyek-proyek pemerintah itu juga memberi kontribusi terhadap kenaikan belanja konstruksi nasional yang pada 2008 mencapai Rp164,9 triliun, pada 2009 mencapai Rp170 triliun dan pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp184 triliun. (zuf)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup