BRI Syariah Malang salurkan pembiayaan Rp8 miliar

News Editor | 15 Desember 2010 11:17 WIB

MALANG: BRI Syariah Malang sampai dengan akhir November 2010 telah menyalurkan pembiayaan lewat skema gadai emas atau Kebun Emas sebesar Rp8 miliar.

Didik Sudarsono, Pemimpin Cabang BRI Syariah Malang, mengatakan skema pembiayaan lewat produk Kebun Emas telah dilucurkan di Malang sejak Maret 2010.

Kalau dibandingkan total pembiayaan, angka pembiayaan lewat Gadai Emas memang masih belum besar. Masih harus terus dipacu, kata Didik di sela-sela Pembukaan Kantor Cabang Pembantu Kepanjen dan Seminar Kebun Emas di Malang, hari ini.

Pembiayaan oustanding BRI Syariah Malang sampai November 2010, menurut dia, sudah mencapai Rp80 miliar, sedangkan total pembiayaan mencapai Rp100 miliar.

Sedangkan pendanaan atau dana pihak ke tiga (DPK), menurut dia, sudah mencapai Rp100 miliar. Dengan demikian maka angka finance to deposit ratio (FDR)-nya mencapai 110%.

Dan itu tidak ada apa-apa. Karena tidak semua kantor cabang bisa menyalurkan pembiayaan. Ada kantor cabang yang justru pintar mengusahakan pemasukan DPK sehingga dana tersebut bisa dialihkan ke kantor cabang yang pintar dalam menyalurkan pembiayaan.

Pembiayaan sebesar Rp100 miliar tersebut, sebagian besar diperuntukkan kredit usaha mikro kecil menengah (UMKM). Proporsinya mencapai 50%.

Sisanya diperuntukkan konsumsi, kredit pemilikan rumah (KPR) sebesar 30%, dan sisanya untuk pembiayaan talangan haji, gadai emas, dan lainnya. Margin pembiayaan BRI Syariah dirata-ratakan sebesar 13% efektif dan pembiayaan KPR lebih murah, yakni sebesar 12% efektif.

Produk Gadai Emas, menurut dia, ke depan cukup prospektif. Pertimbangannya, margin produk tersebut relatif murah bila dibandingkan kredit konvensional.

Emas yang digadaikan nasabah dihargai 93% dari harga riil. Nasabah hanya dibiayai titip tempat penyimpanan sebesar Rp4.050 per gram selama masa tenor empat bulan. Jika melampui itu, maka bisa diperpanjang.

Keuntungan lain dari produk Kebun Emas, jika harga emas naik maka nasabah dapat meminta tambahan pembiayaan sesuai dengan proporsi kenaikan harga emas. Proporsi pembiayan sebesar 93% dari nilai riil harga emas.

Yang juga menggembirakan, lanjut dia, non performing finance (NPF) BRI Syariah Malang hanya sebesar 1,5%, masih jauh dari batas toleransi yang ditetapkan perusahaan sebesar 3% dan Bank Indonesia sebesar 5%.

Pada 2011, menurut dia, target pembiayaan BRI Syariah dipatok sebesar Rp125 miliar nett. Sedangkan pendanaan sebesar Rp95 miliar.

Dengan pematokan target sebesar itu, dia akui, bukanlah pekerjaan ringan. Diperlukan strategi-strategi khusus agar target tersebut terpenuhi.

Caranya dengan ekspansi membuka kantor-kantor cabang pembantu baru maupun outlet-outlet mobile untuk meningkatkan penyaluran pembiayaan maupun memperoleh pendanaan.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top