Bursa Moskow mulai transaksikan yuan

News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  14:20 WIB

MOSKOW: Bursa Moskow (Micex), bursa terbesar di Russia berdasarkan volume transaksi, mulai memperdagangkan yuan versus ruble untuk pertama kalinya, hari ini, seiring upaya otoritas Russia dan China mengurangi pemanfaatan dolar AS dalam perdagangan.

Rubel ditutup di level 46,3405 per 10 yuan pada pukul 11 pagi waktu Moskow, hari ini, setelah dibuka di 46,35 per 10 yuan pukul 10 lewat waktu setempat. Berdasarkan data indeks Micex, sebelum akhir perdagangan, volume transaksi mencapai US$738.850 (4,92 juta yuan) atau 22,78 juta rubel.China dan Russia telah mendorong pengurangan peran dolar AS di perdagangan dunia sejak krisis keuangan global muncul. Russia tengah mempromosikan rubel sebagai cadangan devisa dan memperdagangkan mata uang itu di teritorinya.Kendati belum bisa dikonversikan secara penuh, pemerintah China memperbesar pemanfaatan yuan dalam transaksi internasional sejalan dengan langkah mereka mengurangi ketergantungan pada dolar AS. Sejumlah bursa di Asia yang memperdagangkan produk derivatif minyak sawit dan emas juga telah mulai menerima yuan untuk pembayaran dan kolateral."Kejadian ini [transaksi yuan-rubel] akan menjadi bagian dari sejarah hubungan Russia-China, terlebih di sejarah pasar keuangan kami. Ini akan menjadi katalis besar bagi ekonomi dan perdagangan," jelas Viktor Melnikov, deputy chairperson bank sentral Russia dalam acara peluncuran transaksi yuan-rubel di markas besar Micex di Moskow.Wakil Presiden Micex Igor Marich pernah menyebut perusahaan menargetkan sekitar 3 juta yuan (US$450.518) akan beralih dari transaksi dolar AS per harinya. China sendiri telah memperbolehkan yuan diperdagangkan terhadap rubel di pasar antarbank negara tersebut sejak 22 November.Di tempat terpisah, sebelum KTT Uni Eropa di Brussel, Kanselir Jerman Angela Merkel mempertegas sikap pemerintah Jerman yang menentang penambahan dana pada fasilitas darurat UE yang berkapasitas US$1 triliun (750 miliar euro). Merkel justru merekomendasikan bank sentral Eropa (ECB) untuk meningkatkan modalnya untuk membantu mengatasi krisis di negara-negara berutang banyak di kawasan euro. Ketidaksepahaman antara Merkel, Presiden ECB Jean-Claude Trichet, dan Perdana Menteri Luksemburg Jean-Claude Juncker kian memperbesar tekanan terkait upaya mengatasi krisis, sebelum KTT UE pekan ini dimulai.Moodys Investors Service bahkan tengah mempertimbangkan untuk menurunkan peringkat surat utang pemerintah Spanyol dari saat ini Aa1. Spanyol diperkirakan harus mencari dana untuk kebutuhan fiskal sebanyak US$226 miliar pada 2011, kebutuhan refinancing ditaksir mencapai 30 miliar euro dan untuk bank sekitar 90 miliar euro. (dea/bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top