Presiden terus ikuti perkembangan Wikileaks

JAKARTA: Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan sampai saat ini belum ada satu pun dokumen rahasia terkait Indonesia yang disimpan Amerika serikat (AS) yang telah ditayangkan di situs Wikileaks.
Martin-nonaktif | 15 Desember 2010 04:17 WIB

JAKARTA: Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan sampai saat ini belum ada satu pun dokumen rahasia terkait Indonesia yang disimpan Amerika serikat (AS) yang telah ditayangkan di situs Wikileaks.

Teuku mengatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terus mengikuti perkembangan terkait pembocoran dokumen AS tentang sejumlah negara di Wikileaks, termasuk banyaknya pemberitaan tentang masalah tersebut.

Sampai saat ini sepengetahuan saya belum ada [dokumen terkait RI] yang ditayangkan [di Wikileaks]. Coba saja diikuti dan dicari, kata Teuku saat dihubungi lewat telepon genggamnya hari ini.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, jelasnya, yang bertugas untuk menelusuri pembocoran dokumen AS yang menyangkut sejumlah negara.

Teuku mengatakan kementerian tersebut akan mencari tahu segala hal yang terkait dengan penayangan dokumen yang dibuat AS dan ditayangkan di Wikileaks.

Pasti sudah ada follow up dari Kominfo , [dan] Kominfo yang kemudian mencari tahu. Tapi kami tidak noisy dalam artian mencari-cari tahu. Kalau memang nanti ke luar, kita lihat apa isinya, kata Teuku.

Sebelumnya Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan Indonesia tengah berupaya mengumpulkan sekitar 3.000 rahasia Indonesia yang disimpan AS yang kemudian dibocorkan di situs Wikileaks. Tifatul mengatakan mengatakan yang dibocorkan di Wikileaks adalah rahasia AS tentang negara lain, termasuk Indonesia.

Kami sedang mengumpulkan sekitar 3.000 item rahasia Indonesia yang disimpan AS dan dibobol oleh Wikileaks, kata Tifatul (Bisnis, 3 Desember 2010).

Kementerian Komunikasi dan Informatika bertugas mengumpulkan rahasia yang dibocorkan Wikileaks di situsnya, kemudian akan melaporkannya pada Menkopolhukam Djoko Suyanto yang membawahi tim yang bertugas untuk menelusuri soal bocoran Wikileaks tersebut. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top