Tertahannya pesawat Malaysia karena soal teknis

Martin-nonaktif | 15 Desember 2010 03:25 WIB

JAKARTA:Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan pesawat carter Malaysia Bae 146-200 yang memboyong di antaranya anggota keluarga kerajaaan Malaka dan pejabat negara yang sempat ditahan karena memasuki wilayah Indonesia tanpa izin resmi, merupakan masalah teknis.

Teuku mengatakan masalah Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sempat menahan pesawat carter Malaysia tersebut kemarin di Bandara Internasional Djuanda Surabaya, telah ditangani permasalahannya oleh Kementerian Luar Negeri.

Itu masalah teknis, kata Teuku saat dihubungi melalui telepon genggamnya hari ini.

Dia mengatakan karena menyangkut masalah teknis, agar ditanyakan rinciannya pada pejabat yang menangani perizinan.

Seperti diketahui pesawat carter milik Malaysia jenis Bae 146-200 yang ditahan TNI di Bandara Juanda Surabaya karena tidak mengantongi izin mendarat, akhirnya bisa pulang setelah Kemenlu mengeluarkan izin.

Juru Bicara TNI Iskandar Sitompul mengatakan pesawat Malaysia tersebut membawa 81 penumpang termasuk kru pesawat. Pesawat berangkat dari Dili Timor Leste dan mendarat ilegal di Bandara Djuanda pada pukul 12.45 WIB.

Menurut Iskandar dari 81 penumpang sebagian besar anggota keluarga Kerajaan Malaka, dan enam di antaranya adalah pejabat negara (Bisnis, 15 Desember 2010). (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top