Bawaslu Kutai laporkan surat palsu

News Editor | 15 Desember 2010 12:31 WIB

JAKARTA: Ketua Bawaslu Nur Hidayat Sardini melaporkan pembuatan surat palsu oleh Panwaslu Kutai Barat, Kaltim, sehingga KPU setempat mencoret pasangan Rama-Aziz. "Tadi saya diperiksa sebagai pelapor dari pukul 10.00-17.00 dengan 20 pertanyaan," ujarnya sore tadi.

Dia menceritakan kasus itu berawal dari pengawasan internal ditemukan surat keputusan Bawaslu bernomor 365/Bawaslu/s/XII/2010 dimana surat tersebut menjadi acuan KPU Kutai Barat mencoret pasangan Rama-Aziz.Menurut dia, surat tersebut terlihat sekali palsunya. Pertama, font tulisan yang digunakan Bawaslu adalah huruf Ariel ukuran 12, tetapi surat tersebut ukuran lebih kecil.Kedua, nomor surat 365 itu merupakan nomor surat yang dikeluarkan Bawaslu berkaitan dengan pemilukada di Tolitoli beberapa tahun lalu dan sekarang nomor surat Bawaslu sudah mencapai 700.Ketiga, stempel yang tertera di surat bertuliskan Badan Pengawas Pemilu, padahal stempel asli Bawaslu bertuliskan Badan Pengawas Pemilihan Umum.Dan keempat, tandatangan Wilda Nigsih tidak sama serta jabatannya dalam surat palsu itu Wilda jabatannya Bagian Penanganan Kasus Bawaslu padahal yang berangkutan jabatannya Koordinator pada Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran Bawaslu.Dia menambahkan hingga sekarang Ketua Panwaslu Kutai Barat belum memberikan konfirmasi soal pembuatan surat palsu tersebut kendati sudah dipanggi tiga kali. "Hari ini pemanggilan ketiga ke ketua panwaslu setempat, kami tunggu hingga pukul 00.00 WIB, kalau belum memberi jawaban kami akan menempuh jalur hukum," tegasnya.Untuk itu, lanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU setempat dan pusat untuk mencari jalan keluar apakah pasangan Rama-Aziz diikutkan dalam pemilu atau tetap dicoret akibat surat palsu tersebut. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top