Presiden minta ITB & ITS dorong technopreneur

SURABAYA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mendorong pengembangan technopreneur dan sistem inovasi nasional untuk mendukung visi Indonesia 2025.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  08:09 WIB

SURABAYA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya dan Institut Teknologi Bandung (ITB) mendorong pengembangan technopreneur dan sistem inovasi nasional untuk mendukung visi Indonesia 2025.

"Teknologi dan inovasi merupakan engine of growth [mesin pertumbuhan]," ujarnya saat menyampaikan kuliah umum bertajuk teknologi, ekonomi dan masa depan Indonesia di Graha ITS Surabaya, hari ini.Menurut Yudhoyono, perekonomian Indonesia sudah hampir pasti mampu menjadi emerging economy, dan menyamai prestasi BRIC (Brasil, Rusia, India dan China) pada 2025. Namun, pencapaian itu masih perlu upaya keras.Presiden mengatakan optimisme itu karena menurut data global economic index, Indonesia sudah mencapai prestasi dengan menempati urutan ke-44 dari 135 negara, atau melonjak dari tahun sebelumnya yang di urutan ke-54."Untuk kategori inovasi, [di data global economic index] Indonesia menempati urutan ke-37, padahal itu ITS dan ITB belum ngamuk, sayangnya untuk kategori infrastruktur kita masih di urutan 80," kata dia.Presiden berbicara di hadapan sekitar 1.500-an hadirin dan peserta teleconference video stream serta akademisi di 11 universitas lain, termasuk ITB.Menurut Presiden, masih banyaknya kekurangan yang bisa menghambat perkembangan perekonomian Indonesia, seperti lemahnya konektifitas dalam negeri dan sebagainya, harus diatasi dengan terus mengoptimalkan tiga aspek potensi produktif dalam negeri, yaitu populasi yang besar, modal investasi yang terus mengembang, dan ide kreatif."Saya harap kalangan kampus mendorong semua mahasiswanya untuk memanfaatkan power of imagination agar dari khayalan yang tinggi itu semakin banyak muncul inovasi dan ide kreatif," terangnya.Presiden yang pernah menjadi mahasiswa selama beberapa bulan di ITS pada 1969, menyatakan tahap yang akan dicapai Indonesia pada 2025 merupakan batu loncatan untuk menjadi negara maju secara ekonomi dan sosial.Dia juga meminta masukan dari para pakar ekonomi dan teknologi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mematangkan master plan penataan perekonomian Indonesia terbaru, yang akan dipublikasikan secara meluas pada kwartal I/2011. (k29/er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top