Presiden sempatkan baca usul mahasiswa bagi pemerintah

SURABAYA: Saat mengakhiri penyampaian materi kuliah umum bertajuk teknologi, ekonomi dan masa depan Indonesia di Institut Sepuluh November Surabaya hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri membaca surat dari Badan Eksekutif Mahasiswa
News Editor | 14 Desember 2010 07:33 WIB

SURABAYA: Saat mengakhiri penyampaian materi kuliah umum bertajuk teknologi, ekonomi dan masa depan Indonesia di Institut Sepuluh November Surabaya hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri membaca surat dari Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Regional VI Jawa Timur yang berisi enam poin usul bagi pemerintah.

Pada acara kuliah umum yang dihadiri oleh jajaran Pemprov Jatim, anggota Komisi Ekonomi Nasional (KEN), Mendiknas M. Nuh dan 1.500-an civitas akademika ITS Surabaya tersebut, Presiden membacakan salah satu surat dari mahasiswa agar pemerintah memperkuat kebijakan pada enam hal, yaitu pengembangan energi terbarukan terutama nuklir, pemberantasan korupsi dan mafia kasus, penyelesaian masalah hukum dan hak masyarakat di kasus Lapindo Sidoarjo, penegakan HAM, reformasi birokrasi, dan pengembangan Madura sebagai kawasan ekonomi khusus."Saya sering mendengarkan usulan mahasiswa, karena suara mereka orisinil dan tidak dipengaruhi kepentingan politik praktis, serta 70% di antaranya biasanya tepat," kata Yudhoyono.Setelah selesai membacakan kuliah umumnya, Presiden tadi menandatangani prasasti peresmian dua gedung baru ITS Surabaya, Gedung Robotika dan Gedung Pusat Energi.Penyampaian kuliah umum SBY yang bertempat di Graha ITS Surabaya ini tidak bisa dihadiri oleh semua undangan, yang sedianya mencapai 2.000 orang, karena setelah diperiksa aparat Polri dan TNI ternyata banyak yang terhalang masuk karena memaksa membawa barang perlengkapan yang dilarang, seperti telpon seluler.Pada saat bersamaan, puluhan orang mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus B Universitas Airlangga (Unair) yang berlokasi di Jl Airlangga Surabaya, sekitar 5 Km dari ITS, dan berlangsung ricuh karena mahasiswa dan polisi terlibat baku hantam, terlihat pula banyak lemparan batu dari dalam kampus Unair.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top