Frisian Flag incar 30% pasar di Medan

MEDAN: Frisian Flag menargetkan bisa meraih 30% pangsa pasar di Sumatra Utara khususnya Medan, diantaranya melalui peluncuran logo baru.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 13 Desember 2010  |  10:27 WIB

MEDAN: Frisian Flag menargetkan bisa meraih 30% pangsa pasar di Sumatra Utara khususnya Medan, diantaranya melalui peluncuran logo baru.

Area Sales Manager Frisian Flag Indonesia (FFI) wilayah Sumut, Deddy Hendrawan mengatakan Medan sebagai kota besar di Indonesia termasuk wilayah dengan konsumsi susu melebihi konsumsi nasional.

Produk FFI dengan logo yang baru perlahan kita launching ke Medan, dan sekitar Januari semua produk FFI yang di Medan sudah menggunakan logo baru. Dengan logo baru ini kita targetkan 30% pasar Medan. Selama ini pasar susu dari FFI tumbuh sebesar 5% dan untuk Medan sudah mencapai 17% pada tahun ini. Padahal tahun sebelumnya hanya berkisar 10% ke bawah, ujarnya kepada Bisnis usai peluncuran logo baru FFI di Medan, hari ini.

Deddy mengatakan pasar Medan termasuk yang potensial karena kesadaran masyarakatnya yang cukup tinggi terhadap kesehatan baik untuk anak-anak maupun dewasa.

Makanya sasaran kita adalah konsumen dengan umur di bawah 12 tahun yang kontribusinya cukup tinggi dibanding dewasa. Selain penetrasi distribusi, adanya launching produk dan market share dari kita termasuk salah satu strategi kita untuk bersaing dengan produk susu lainnya. Bayangkan Medan telah memberikan kontribusi 22% terhadap konsumsi nasional, jelasnya.

Spesialis Gizi Klinis, Samuel Oetoro mengatakan Indonesia masih berada pada urutan ke 111 dari 182 negara dalam Human Development Index yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap sumber-sumber makanan bergizi dan seimbang.

Pemerintah juga harus giat dalam mengedukasi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang. Meski konsumsi susu di Indonesia telah meningkat dari 7,7 liter per kapita per tahun menjadi 11,7 liter per kapita per tahun, namun konsumsi susu tersebut masih rendah dibandingkan dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Tahiland dengan 31,7 liter per tahun per kapita, dan bahkan Vietnam dengan 12,1 liter per tahun per kapita, ujarnya.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top