Pasok tembakau dan susu Jatim mengkhawatirkan

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim antara lain pasok tembakau dan susu masih mengkhawatirkan dan sebanyak lima perusahaan siap masuk bursa.PODUKSI MEROSOT: Selama ini pasar cerutu dunia dipasok
Bambang Supriyanto | 13 Desember 2010 02:21 WIB

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim antara lain pasok tembakau dan susu masih mengkhawatirkan dan sebanyak lima perusahaan siap masuk bursa.PODUKSI MEROSOT: Selama ini pasar cerutu dunia dipasok oleh tembakau Besuki Naa Oogst dari Jember. Namun, akibat anomali cuaca, dikhawatirkan produksi tidak mampu memenuhi pasar dunia. Dari lahan seluas 3.000 hektare, separuh tanaman rusak total. Sementara kebutuhan mencapai 6.000 ton. (KOMPAS Jatim)DEFISIT SUSU: Meski Jatim masih defisit susu 566 ton per hari, pemerintah Timor Leste tetap berniat mengimpor sapi perah asal Jatim. Negara itu ingin mendatangkan ahli sapi perah dari Jatim. Rencana itu disampaikan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao dalam kunjungannya di koperasi peternaan sapi perah Pasuruan, akhir pekan lalu. (KOMPAS Jatim)GO PUBLIC: Sebanyak lima perusahaan di Jatim siap go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2011. Salah satunya Bank Jatim yang didorong atas membaik dan makin kondusifnya perekonomian di jatim. Meski demikian, jumlah investor masih minim mnyusul banyak kendala yang berasal dari faktor nonbisnis. (Jawa Pos)ORDER ALUTSISTA: PT Pal Indonesia, Surabaya, mendapat order dalam program pemenuhan sejumlah alutsista senilai US$500 juta. Proyek itu berupa kapal selam dan landing ship tank. Selama ini, PAL memproduksi kapal dan alat berat lain dengan bantuan berbagai pihak. (Jawa Pos)KUR MALANG: Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah kerja Kantor Bank Indonesia Malang sampai November mencapai Rp293,97 miliar atau 91% dari target sebesar Rp332,82 miliar.Deputi Pemimpin BI Malang Emanuel Lamen mengatakan realisasi KUR yang hampir mencapai 100% itu membuktikan bank penyalur KUR seperti Bank Jatim, Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, BRI, BTN, dan BNI telah melakukan fungsi intermediasi. (Bisnis-Jatim.com) E-PROCUREMENT: PT Pelabuhan Indonesia III siap mengaplikasikan proses lelang dan tender proyek dengan sistem elektronik atau e-procurement pada 2011 menyusul kebijakan perseroan menerapkan manajemen yang transparan.Juru Bicara PT Pelindo III Iwan Sabatini mengatakan penerapan lelang proyek dan tender pengadaan barang dan jasa melalui sistem elektronik itu akan dilakukan secara bertahap mulai 2011. Pelindo sudah melakukan proses sosialisasi kepada para rekanan dan vendor serta perusahaan yang menjadi mitra kerja Pelindo III sejak pekan lalu. (Bisnis-Jatim.com)(yn)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top