UE bakal sepakati pembentukan mekanisme antikrisis

PARIS: Para kepala negara Uni Eropa (UE) pada pekan ini diperkirakan akan menyepakati pembentukan mekanisme anti-krisis permanen untuk menyelamatkan negara-negara berutang banyak di kawasan itu.
Yanto Rachmat Iskandar | 13 Desember 2010 09:55 WIB

PARIS: Para kepala negara Uni Eropa (UE) pada pekan ini diperkirakan akan menyepakati pembentukan mekanisme anti-krisis permanen untuk menyelamatkan negara-negara berutang banyak di kawasan itu.

Para pemimpin kawasan beranggotakan 27 negara itu akan menggelar pertemuan tingkat tinggi di Brussel pada 16 dan 17 Desember. Mereka akan berupaya melawan sikap skeptis kalangan investor mengenai kesiapan mengatasi krisis surat utang pemerintah yang telah memaksa Yunaniu dan Irlandia meminta dana talangan (bail-out).Investor juga sudah terlanjur khawatir krisis di kedua negara itu akan menjalar. Imbal hasil surat utang pemerintah Spanyol bertenor 10 tahun menurun selama 5 sesi terakhir dan pemerintahnya akan terus menguji selera investor atas obligasi negaranya dalam lelang pekan ini.Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble, ketika diinterview stasiun televisi ARD, menyatakan dirinya berharap ada kesepakatan mengenai mekanisme anti-krisis permanen. Para anggota Governing Council UE Mario Draghi dan Yves Mersch mengungkapkan para pejabat bank sentral Eropa (ECB) tengah fokus untuk mengurangi ketergantungan bank pada bantuan pinjaman darurat.Menurut saya, sebuah kesepakatan untuk menormalkan situasi tidak bisa dicapai seketika itu juga dalam KTT Brussel, ujar David Owen, Kepala Ekonom UE dari Jefferies International Ltd di London.Owen justru meyakini krisis akan terus berlanjut. Beberapa pekan pertama 2011 diperkirakan menjadi periode krusial karena ketika itu biasanya banyak pemerintah dan bank mencari pendanaan di pasar.Secara terpisah, perbankan telah mengurangi kepemilikannya pada surat utang pemerintah Yunani, Irlandia, Portugal dan Spanyol pada kuartal II/2010 akibat krisis surat utang pemerintah yang merusak pasar kredit.Berdasarkan data Bank for International Settlements (BIS), bank-bank mengurangi surat utang pemerintah sebanyak US$107 miliar menjadi US$2,28 triliun. Hampir semua bank besar mengurangi kepemilikan surat utang Yunani selama periode itu. (dea/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top