Polri tolak komentari pengajuan praperadilan Metro

JAKARTA: Kuasa hukum Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menolak memberikan tanggapan atas pengajuan permohonan praperadilan oleh PT Metro Batavia terkait penghentian pemeriksaan manajemen PT GMF Aero Asia, anak usaha PT Garuda Indonesia atas dugaan tindak
Deriz Syarief | 13 Desember 2010 09:15 WIB

JAKARTA: Kuasa hukum Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menolak memberikan tanggapan atas pengajuan permohonan praperadilan oleh PT Metro Batavia terkait penghentian pemeriksaan manajemen PT GMF Aero Asia, anak usaha PT Garuda Indonesia atas dugaan tindak pidana kejahatan penerbangan.

"Hari ini kami baru menerima berkas permohonan. Kami belum bisa berkomentar, belum baca berkasnya," jelas Purwadi, kuasa hukum Bareskrim Mabes Polri saat ditemui seusai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan siang tadi.

PN Jakarta Selatan menggelar sidang perdana permohonan praperadilan yang diajukan Metro Batavia yang keberatan dengan adanya surat penetapan penghentian penyidikan yang dilakukan oleh termohon berdasarkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan dengan No:B/359-KN/X/2010/Dit Pidum tertanggal 22 Oktober 2010.

Majelis hakim akan menggelar sidang lanjutan besok yang mengagendakan jawaban dari termohon.

Metro Batavia menuntut agar termohon melanjutkan penyidikan terhadap Richard Budihadianto selaku Direktur Utama PT GMF Aero Asia, Arsil Anas selaku Kepala Bidang Engine Maintenance PT GMF Aero Asia serta Khomsadi Setiawan selaku Account Manager PY GMF Aero Asia sebagai pihak yang bertanggung jawab atas adanya indikasi atau dugaan ketidakbenaran PT GMF Aero Asia pada saat melakukan perbaikan terhadap mesin pesawat milik Metro Batavia. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top