SBY:Kepercayaan publik pada penegak hukum turun

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan saat ini terjadi penurunan kepercayaan publik pada penegak hukum di dalam negeri, dan menilai ada empat permasalahan dan tanda yang menunjukkan telah terjadi penggerusan tersebut.
Martin-nonaktif | 13 Desember 2010 04:47 WIB

JAKARTA: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan saat ini terjadi penurunan kepercayaan publik pada penegak hukum di dalam negeri, dan menilai ada empat permasalahan dan tanda yang menunjukkan telah terjadi penggerusan tersebut.

Kepala Negara juga mengatakan penurunan kepercayaan publik tersebut termasuk diikutinya dari hasil survei yang menggunakan metode ilmiah dari lembaga kredibel dalam beberapa waktu belakangan ini.

Saya catat empat hal yang menyebabkan penurunan kepercayaan publik). [Setelah mencermati empat hal itu] saya bisa memahami sungguh kalau ada penurunan kepercayaan publik pada dunia penegak hukum di negeri kita, , kata Presiden Yudhoyon saat membuka rapat kerja kejaksaan 2010 di Istana Negara hari ini.

Empat hal penyebab menurunnya kepercayaan publik pada penegak hukum adalah pertama, ada sorotan tajam pada dunia penegakan hukum di Indonesia baik dari dalam maupun luar negeri. Kedua, masih terjadi korupsi meski pemerintah telah berupaya melakukan pemberantasan yang agresif.

Ketiga, terjadi kejahatan dan penyimpangan yang dilakukan para penegak hukum. Keempat, survei menunjukkan adanya serangan publik dan pers yang keras dan berlangung sitematis pada para penegak hukum.

Manakala ada kekurangan dan kesalahan yang menimpa satu orang dari jajaran abdi negara akan menjadi pemberitaan dan akan menjadi sorotan, serta berangkali jadi perbincangan publik, katanya.

Kepala Negara mengatakan untuk memulihkan kepercayaan publik tersebut, penegak hukum baik pihak kejaksaan, kepolisian, pengadilan mesti mempedomani tiga kunci untuk memperbaikinya, yaitu menyangkut integritas, kinerja, dan kepercayaan masyarakat.

SBY juga mengatakan untuk membedah mengapa sampai terjadi ketidakpercayaan publik pada penegak hukum tersebut, maka yang dilakukan adalah introspeksi diri.

Kalau ada masalah ketahui penyebabnya, hilangkan sebabnya. [Kemudian] berbenah diri, intensifkan reformasi, katanya.

Dalam acara tersebut, SBY juga menginstruksikan para penegak hukum untuk melakukan pemberantasan korupsi, pencegahaan dan penanggulangan terorisme, kejahatan pajak, penegakan hukum yang tegas pada penjahat terkait narkoba, serta pada kejahatan hutan berupa pembalakan liar.

APBN penerimaan negara kita antara 70%-80% berasal dari pajak. Kalau ada apa-apa dengan penerimaana pajak berpengaruh langsung pada anggaran pembangunan dan pembelanjaan, katanya. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top