Konsumsi asam folat kurangi risiko NTD

JAKARTA: Konsumsi asam folat atau vitamin B9 yang cukup saat masa kehamilan dapat mengurangi risiko terjadinya neural tube defects (NTD) yakni kegagalan tabung saraf tulang belakang untuk menutup pada janin.Selain mengurangi risiko NTD, asam folat juga
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 Desember 2010  |  13:16 WIB

JAKARTA: Konsumsi asam folat atau vitamin B9 yang cukup saat masa kehamilan dapat mengurangi risiko terjadinya neural tube defects (NTD) yakni kegagalan tabung saraf tulang belakang untuk menutup pada janin.Selain mengurangi risiko NTD, asam folat juga berperan mengurangi terjadinya anemia megaloblastik dan menurunkan kadar hemosistein dalam darah.Hal ini terungkap dalam seminar "Peluang Ibu Hamil untuk Mendapatkan Bayi Tumbuh, Sehat, dan Cerdas" yang diselenggarakan Anmum di Jakarta kemarin.Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam Asian Pacific Journal of Clinical Nutrition pada 2007, tiga dari lima atau 60% wanita usia subur di Jakarta memiliki kadar folat sel darah merah di bawah standar, yakni kurang dari 905 nmol/L.Rendahnya kadar folat tersebut justru meningkatkan kemungkinan NTD pada bayi, yakni sebesar 15 dari 10.000 kelahiran. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan angka di negara-negara maju, seperti Amerika Utara dengan tingkat NTD sebesar lima dari 10.000 kelahiran."Perlu disadari bahwa asam folat tidak hanya dikonsumsi ketika hamil. Sebaiknya, para perempuan mengkonsumsi asam folat yang banyak terdapat di sayuran dan buah-buahan sejak dini," ujar dokter spesialis kandungan Prima Progestian selaku pembicara.Prima juga mengatakan pemberian asam folat mampu menurunkan risiko NTD pada janin hingga 80% sejak sebelum kehamilan. Asam folat tidak hanya bermanfaat untuk perkembangan janin tetapi juga mencegah anemia pada ibu yang mengandung."Ibu hamil butuh suplementasi asam folat karena terjadi perubahan kadar fisiologis yang membuat kadar darah relatif lebih rendah. Makanya, hampir 80% ibu hamil di Indonesia terkena anemia. Konsumsi asam folat tidak hanya dari sayuran dan buah-buahan, tetapi juga dari susu dengan kadar asam folat tinggi," jelas Prima. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top