IMF tunda pinjaman Irlandia

JAKARTA: Dana Moneter Internasional (IMF) menunda pemberian pinjaman (bail-out) untuk Irlandia sebesar US$30 miliar (22,5 miliar euro) hingga proposal bantuan gabungan Uni Eropa-IMF mendapatkan persetujuan parlemen negara tersebut.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 12 Desember 2010  |  09:53 WIB

JAKARTA: Dana Moneter Internasional (IMF) menunda pemberian pinjaman (bail-out) untuk Irlandia sebesar US$30 miliar (22,5 miliar euro) hingga proposal bantuan gabungan Uni Eropa-IMF mendapatkan persetujuan parlemen negara tersebut.

Jurubicara IMF menuturkan Pemerintah Irlandia akan mengajukan proposal mengenai program bail-out kepada parlemen. Pemungutan suara (voting) parlemen atas proposal itu dijadwalkan dilakukan pada Rabu, 15 Desember 2010.Meskipun persetujuan parlemen atas paket bantuan UE-IMF secara hukum tidak diperlukan, otoritas setempat mengajukan proposal kepada parlemen untuk memperkuat dukungan politik atas kesepakatan yang telah dicapai dengan IMF dan UE."Untuk menghormati proses di parlemen Irlandia, kami memutuskan untuk menunda pertimbangan dari Dewan Eksekutif mengenai permintaan pinjaman dari fasilitas Extended Fund, hingga debat di parlemen selesai," jelas jurubicara itu dalam keterangan tertulis yang dicantumkan di situs resmi IMF.Pada 28 November, UE dan IMF sepakat akan memberikan paket bail-out senilai US$113 miliar (85 miliar euro) untuk Irlandia, di mana 22,5 miliar euro berasal dari IMF. Penyelamatan Irlandia hanya berselang 7 bulan sejak Yunani di-bail-out sebesar 110 miliar euro.Berbagai kalangan hingga kini masih khawatir krisis Eropa belum akan berakhir, meskipun kedua negara itu mendapatkan bantuan. Krisis bahkan diperkirakan bisa menjalar ke beberapa negara Eropa lainnya seperti Spanyol dan Portugal. Bank sentral Eropa (ECB) kian meningkatkan pembelian obligasi dari pemerintah negara-negara berasio utang terbesar di kawasan euro agar krisis tidak menjalar.Di tempat terpisah, Perdana Menteri Portugal Jose Socrates menegaskan pemerintahnya tidak membutuhkan bail-out dari IMF. Dia juga mengungkapkan tidak ada satu negara pun yang mendesak pemerintahnya untuk meminta bantuan."Masalah kami hanyalah anggaran yang harus diperbaiki, seperti negara-negara lain. Siapapun yang tidak memahami bahwa yang kami hadapi adalah sesuatu yang sistemik menyangkut euro, juga tidak mengerti apapun soal krisis ini," katanya dalam interview di surat kabar Diario de Noticias yang dikutip Bloomberg.Dia yakin pemerintahnya akan mencapai target defisit anggaran 7,3% dari PDB (produk domestik bruto) pada tahun ini. Secara perlahan, lanjutnya, pasar akan memahami bahwa Portugal tengah melakukan upaya yang memang semestinya ditempuh untuk konsolidasi anggaran. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top