Jepang akan gunakan pencegah rudal baru

TOKYO: Jepang berencana akan menggunakan senjata canggih pencegah rudal pada markas pertahanan udaranya di seluruh negara untuk menepis ancaman rudal balistik milik Korea Utara, menurut laporan Kyodo News, Sabtu.
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 11 Desember 2010  |  16:55 WIB

TOKYO: Jepang berencana akan menggunakan senjata canggih pencegah rudal pada markas pertahanan udaranya di seluruh negara untuk menepis ancaman rudal balistik milik Korea Utara, menurut laporan Kyodo News, Sabtu.

Pengunaan rudal pencegah "Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3)" berada di bawah kebijakan pertahanan lima tahun baru yang akan diumumkan pada awal pekan depan, menurut Kyodo, mengutip para pejabat pemerintah dan pertahanan. Rudal PAC-3, yang dirancang untuk melumpuhkan peluru rudal darat, akan ditempatkan pada seluruh ke enam gugusan rudal pertahanan udara di markas udara Pasukan Bela Diri Jepang, yang saat ini baru melengkapi tiga gugusan, kata Kyodo. Aksi tersebut dilakukan ditengah meningginya ketegangan di Semenanjung Korea menyusul serangan artileri Korut ke pulau perbatasan dengan Korea Selatan bulan lalu, dan peningkatan berkala pasukan militer dan aktivitas angkatan laut China. Pada Jumat, Jepang dan Amerika Serikat menyelesaikan latihan militer bersama terbesar dengan mengunjuk kemampuan persenjataan setelah AS dan Korsel melakukan hal serupa guna menekan Pyongyang. Kebijakan baru juga akan menentukan rudal penghancur Aegis dengan rudal pencegah Standard Missile-3, serta menambah jumlah kapal selam dari 16 menjadi 22 unit guna meningkatkan kewaspadaan di barat daya Jepang. Jumlah kapal pengawal akan ditingkatkan dari 47 menjadi 48, sementara pesawat terbang operasional besar akan dikurangi dari 350 menjadi 340 karena menggunakan pesawat transportasi berukuran lebih besar. Kebijakan tersebut akan mengatur pengurangan tank dan artileri sebagai upaya mengubah fokus dari operasi darat menjadi pertahanan maritim, menurut laporan media lokal. Di sisi lain, pemerintah Jepang sudah pada tahap akhir menentukan keputusan antara mempertahankan 155.000 jumlah serdadu darat atau mengurangi sedikitnya hingga 151.000, mengingat isu Pasukan Bela Diri Darat diawasi dengan dekat, tambah Kyodo. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top