Rencana izin jual gula rafinasi menuai reaksi

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. tuntutsan kenaikan upah buruh dan penggunaan gula rafinasi yang menuai banyak reaksi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2010  |  03:35 WIB

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. tuntutsan kenaikan upah buruh dan penggunaan gula rafinasi yang menuai banyak reaksi.

TUNTUT UPAH: Sekitar 200 orang buruh dari Sidoarjo dan Surabaya berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya, kemarin. Mereka menuntut pemberlakuan upah layak nasional Rp2 juta per bulan.Para demonstran menuntut gubernur membatalkan Pergub No. 93 dan 95 tahun 2010 tentang penetapan pengaturan UMK sebesar Rp1.079.887 per bulan. Selain itu, buruh juga meminta pertanggungjawaban terkait kriminalisasi buruh yang terjadi di Sidoarjo dan Pasuruan.(Kompas Jatim)PENGGUNAAN RAFINASI: Rencana Kementerian Perdagangan untuk mengizinkan gula rafinasi dijual ke pasar menuai berbagai reaksi. Meski dinyatakan penjualan dilakukan secara terbatas, implementasi tidak mudahsehingga sejak awal pemerintah perlu membuat aturan menyangkut penggunaannya. Persoalannya, produsen gula rafinasi belum menggunakan seluruh bahan baku dari tebu. Sekretaris perusahaan gula PTPN XI Adig Suwandi mengatakan gula lokal jelas tidak mampu bersaing dengan gula rafinasi. Pasalnya, gula impor banyak memperoleh fasilitas, termasuk tidak adanya bea masuk. (Kompas Jatim)APBD MOLOR: DPRD Kota Surabaya molor membahas rencana APBD karena draf yang dibuat pemkot pun belum diserahkan. Sesuai jadwal, draf diserahkan pada pertengahan November 2010, namun jadwal itu molor hingga awal Januari 2011. Akibat molornya pembahasan APBD itu dipastikan pembangunan seluruh proyek yang direncanakan juga ikut tertunda. Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardhana menyataan pembahasan RAPBD sangat mepet. (Jawa Pos)PROYEK PASAR IKAN: Pemkot melalui Dinas Pertanian Kota Surabaya berencana kembali melanjutkan proyek pasar ikan III dengan anggaran Rp1,4 miliar pada 2011. Di kawasan Bulak Cumpat, proyek tersebut diproyeksikan akan dibangun fasilitas baru, termasuk tenda atas untuk melihat pemandangan Pantai Kenjeran.Proyek seluas 7.000 meter persegi itu telah memakan biaya sedikitnya Rp18 miliar. Direncanakan, pasar tersebut bisa menampung sekitar 250 PKL ikan yang biasa mangkal di kenjeran. (Jawa Pos)(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top