Bangun SDM berkualitas dari keluarga

JAKARTA: Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah saatnya dikembalikan lagi dasarnya dari keluarga di rumah dengan orang tua sebagai pengendali karena kondisi lingkungan di luar rumah dan sekolah kurang kondusif.
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  07:12 WIB

JAKARTA: Pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sudah saatnya dikembalikan lagi dasarnya dari keluarga di rumah dengan orang tua sebagai pengendali karena kondisi lingkungan di luar rumah dan sekolah kurang kondusif.

Pendiri Reiki Institut Indonesia Agus Sutiyono mengatakan kini kondisi lingkungan yang semakin kurang kondusif bagi proses pembentukan SDM berkualitas itu akibat pesatnya perkembangan teknologi dan informasi yang dimanfaatkan secara tidak benar dan prilaku buruk sejumlah warga.

Untuk itulah kami mengembangkan teknik hypnoparenting yang dapat menjadi alternatif bagi para orang tua dalam mendidik anaknya sehingga berkembang menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan sukses, katanya hari ini.

Dia mengatakan kini kondisi lingkungan di luar rumah dan sekolah cenderung tidak kondusif, antra lain ditandai oleh banyaknya tindak kekerasan, kriminalitas dan ketidak adilan, yang dapat dilihat langsung dengan mata kepala maupun dari pemberitaan media cetak dan elektronik.

Kondisi lingkungan yang tidak kondusif dapat berpengaruh buruk terhadap kijiwaan seseorang jika dia tidak memiliki penangkal dalam dirinya yang dibangun sejak dini oleh orang tuanya di rumah dengan nilai-nilai keluhuran.

Menurut Agus lingkungan yang buruk harus diubah menjadi lebih baik karena dalam proses pendidikan tercakup di dalamnya pendidikan formal di sekolah dan pendidikan infrormal melalui rumah dan lingkungan.

Padahal, pendidikan menjadi faktor terpenting dalam menciptakan anak yang cerdas, kreatif dan stabil. Sehingga dari dalam keluarga itulah seharusnya dibangun basic yang lebih kuat agar siap berjuang untuk sukses, ujarnya.

Dosen Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Jakarta itu juga mengungkapkan banyak orang tua kesulitan dalam mendidik anaknya yang masih malas belajar, kurang percaya diri, susah makan, nakal dan suka mengganggu.

Kondisi yang sering membuat pusing orang tua itu dapat diatasi dengan teknik hypno parenting yakni memberi sugesti dengan kalimat positif yang mengarah pada upaya memotivasi anak untuk berhasil dan bukan dengan kata-kata negatif.

Kalimat yang positif dan memotivasi yang disampaikan orang tuanya akan tertanam kuat di benak sang anak. Sebab, kesuksesan seseorang itu berangkat dari lingkungan keluarganya, katanya.

Agus yang Sekjen Bina Insan Indonesia mengatakan agar berhasil dalam membangun SDM anak dari rumah tinggalnya, para orang tua ditutut agar dapat menghidari sikap inkonsistensi dalam segala hal yang akan dilihat anaknya.

Selai itu, orang tua tidak boleh banyak intervensi dengan memperlakukan anaknya sebagai anak kecil dan bukan manusia kecil, serta membandingkan anak dengan dirinya saat masih anak- anak. Padahal kondisinya sudah jauh berbed.

Menurut dia teknik hypnoparenting akan dikembangkan menjadi gerakan nasional yang menyentuh seluruh lapisan rumah tangga hingga tingkat Rukun Tetangga (RT) di pelosok Tanah Air agar terbentuk suatu lingkungan yang lebih kondusif.

Lingkungan yang baik akan mendukung keberhasilan pendidikan untuk membangun SDM berkualitas, yang meliputi 3 faktor yaitu sekolah, rumah dan lingkungan. Anak-anak harus punya daya juang untuk merai kesuksesan, ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top