Penyerapan anggaran PU sulit capai target

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum diperkirakan tidak akan mampu memenuhi target penyerapan anggaran sebesar 93%, menyusul realisasi penyerapan yang hingga saat ini baru mencapai 71,59% dari total alokasi APBN-P 2010 sebesar Rp37,09 triliun.
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  11:23 WIB

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum diperkirakan tidak akan mampu memenuhi target penyerapan anggaran sebesar 93%, menyusul realisasi penyerapan yang hingga saat ini baru mencapai 71,59% dari total alokasi APBN-P 2010 sebesar Rp37,09 triliun.

Pencapaian penyerapan anggaran tersebut, jauh lebih rendah dari target yang ditetapkan oleh Menteri PU Djoko Kirmanto yang mematok target realisasi penyerapan keuangan mencapai Rp34,49 triliun pada akhir tahun ini atau mencapai 93%.

Wakil Menteri PU Ahmad Hermanto Dardak mengatakan penyerapan anggaran saat ini mencapai Rp26,55 triliun, dengan pengerjaan fisiknya mencapai 78,89%, penyerapan yang cukup besar untuk realisasi proyek-proyek di Ditjen Cipta karya yang mencapai 82,08% dengan pengerjaan fisik mencapai 82,61%.

Selanjutnya untuk Ditjen Bina Marga penyerapan anggaran mencapai 73,57% dengan realisasi pengerjaan fisiknya mencapai 82,34%, sedangkan untuk proyek di Ditjen Sumber Daya Air penyerapannya baru mencapai 59,12% dengan pengerjaan fisiknya sebesar 78,89%.

"Hingga pekan ini, penyerapan anggaran di Kementerian PU mencapai 71,59% dari total APBN-P tahun ini yaitu Rp37,09 triliun," katanya, hari ini.

Hermanto mengatakan, penyerapan anggaran tersebut dinilai masih rendah, hal itu disebabkan oleh sejumlah kendala seperti masih adanya dana yang terblokir di Kementerian Keuangan yang sampai saat ini belum bisa dicairkan.

Sementara itu, Sekjen Kementrian PU Agoes Widjanarko mengatakan beberapa hal yang menyebabkan penyerapan rendah yaitu perubahan pagu anggaran yang baru ditetapkan pada September lalu menjadi Rp37,09 triliun atau meningkat dari pagu APBN 2010 hanya sebesar Rp 34,2 triliun.

Menurut dia, perubahan anggaran yang cukup signifikan tersebut membuat realisasi angka pencapaian anggaran menjadi kecil, padahal ada penambahan anggaran dalam APBN-P yang disahkan pada September. (zuf)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top