Hanson akan akuisisi Mitra Petroleum & Binadaya

JAKARTA: PT Hanson International Tbk berencana menerbitkan sura utang sanggup (promissory notes/PN) untuk membeli saham dua perusahaan. Saham yang akan dibeli Hanson adalah sebanyak 60% saham PT Mitra Petroleum Indonesia dan mengakuisisi saham PT Binadaya
News Editor | 10 Desember 2010 12:54 WIB

JAKARTA: PT Hanson International Tbk berencana menerbitkan sura utang sanggup (promissory notes/PN) untuk membeli saham dua perusahaan. Saham yang akan dibeli Hanson adalah sebanyak 60% saham PT Mitra Petroleum Indonesia dan mengakuisisi saham PT Binadaya Wiramaju.Dalam keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini, perusahaan yang sahamnya berkode MYRX itu menjadikan akuisisi Binadaya dan Mitra Petroleum itu beberapa rencana ke depan perusahaan.Binadaya merupakan perusahaan perdagangan hasil perkebunan, pertanian, tambang, perikanan, peternakan dan beberapa hasil industri lain serta jasa pengiriman barang. Mitra Petroleum bergerak di bidang perdagangan, industri minyak pelumas, pemborongan bidang pertambangan minyak, gas dan panas bumi serta pertambangan umum, dan eksploirator pertambangan.Materi paparan publik tersebut juga menyebutkan perusahaan berencana menambah kapasitas produksi tabung LPG 3 Kg dan menambah kerja sama dengan Jin Chuan Mining. Perseroan juga berencana menjual 10%, atau seluruh saham salah satu perusahaan yang menjadi investasi perseroan, PT Hanson Energy.Perusahaan merupakan emiten yang bergerak di bidang industri kimia dan serat sintesis, pemintalan, penenunan, dan industri tekstil lain, perdagangan, serta kontraktor.Penjualan tabung LPG 3 Kg dari anak usaha emiten yaitu PT Apinus Rama merupakan mayoritas penyumbang pendapatan perseroan pada kuartal III/2010. Apinus Rama baru diakuisisi perusahaan pada Juni 2010 dengan penyertaan modal sebesar Rp95,96 miliar. Akuisisi itu telah membuat perdagangan saham perseroan dapat dilakukan lagi di pasar modal sejak Juli 2010. Suspensi itu sebelumnya dilakukan karena perusahaan belum memiliki pendapatan.Perusahaan per kuartal III/2010 mengalami defisit sebesar Rp1,18 triliun, menurun dari defisit pada kuartal III/2009 sebesar Rp1,2 trilun. Saat ini, perusahaan masih memiliki utang berdenominasi dolar AS Rp144,56 miliar dari PT Bank Mandiri Tbk.Perseroan saat ini berusaha menyelesaikan kewajibannya ke bank BUMN itu dengan cara apapun yang dianggap perlu dan baik.Saat ini, pemegang saham pengendali perseroan adalah PT Kencana Raya Nusa Semesta dengan kepemilikan sebesar 20%. Lalu, Kencara Raya juga memiliki lagi sebanyak 8%. Pemegang saham perusahaan yang lain adalah PT BNI Securities sebesar 19%, Nathaniel Tanaja sebesar 8,81%, dan Lili Somantri sebesar 10,7%. Sisanya adalah publik.Harga saham perseroan hari ini ditutup melemah sebesar 1,03% atau sebesar Rp2 ke level Rp193. Harga itu membentuk kapitalisasi pasarnya sebesar Rp1,08 triliun. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top