Surplus dagang China masih signifikan

TAIPEI: Surplus dagang China dan nilai kucuran kredit baru selama November masih bertengger di angka yang signifikan, sehingga mengindikasikan akan ada kenaikan suku bunga dan penguatan yuan guna mengatasi eskalasi inflasi.Biro Kepabeanan China, di situs
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  10:50 WIB

TAIPEI: Surplus dagang China dan nilai kucuran kredit baru selama November masih bertengger di angka yang signifikan, sehingga mengindikasikan akan ada kenaikan suku bunga dan penguatan yuan guna mengatasi eskalasi inflasi.Biro Kepabeanan China, di situs resminya, mengumumkan ekspor pada November meningkat sebesar 35% menjadi US$153,3 miliar dari bulan yang sama tahun lalu (year-on-year), sedangkan impor melonjak 38% menjadi US$130,4 miliar. Dengan demikian, tercipta surplus US$22,9 miliar.Surplus menandakan ada perbaikan yang terus menerus pada permintaan konsumen China dan dari luar negeri. Situasi ini mendukung argumen pemerintah Perdana Menteri Wen Jiabao untuk menghilangkan kebijakan stimulus yang diadopsi selama krisis global.Surplus selama November merupakan yang kelima pada tahun ini dengan angka lebih dari US$20 miliar. Pada Oktober, surplus mencapai US$27,2 miliar. Indeks harga konsumen telah meningkat 5,1% pada November (year-on-year).Data bank sentral (People's Bank of China/PBOC) secara terpisah mencatat nilai kredit baru yang diluncurkan pada bulan itu menyentuh US$85 miliar (564 miliar yuan). Bila yuan tidak dibiarkan menguat lebih banyak, Kongres AS bisa-bisa meloloskan legislasi proteksionistis."Tidak ada alasan bagi China untuk tidak membiarkan renminbi [yuan] terapresiasi lebih cepat, karena perdagangan luar negerinya telah pulih sepenuhnya dan melampaui level sebelum krisis. Penaikan suku bunga hampir bisa dipastikan pada akhir pekan ini, kata Liu Li-Gang, ekonom Australia and New Zealand Banking Group Ltd (ANZ) di Hongkong, hari ini.Pinjaman baru selama November menjadikan pencapaian target keseluruhan 2010 yang ditetapkan pemerintah hanya tinggal 50 miliar yuan lagi. Target kucuran kredit 2010 yang dipatok otoritas moneter setempat adalah maksimal 7,5 triliun yuan.Bank sentral juga mencatat M2, alat ukur suplai uang di pasar, melonjak 19,5%. Nilai tengah estimasi sejumlah ekonom dari Citigroup Inc dan Economic Information Daily memperkirakan indeks harga konsumen pada November akan naik 5,1% (year-on-year).Analis Citigroup bahkan memproyeksikan rasio cadangan minimum wajib perbankan akan dinaikkan, bersamaan dengan kenaikan suku bunga, sebelum akhir bulan ini. Surplus dagang negara berpopulasi terpadat di dunia tersebut dengan AS tercatat US$16,7 miliar selama November, atau setara dengan sekitar 75% dari total surplus. Yuan telah menguat 0,1% pada November dan pada Oktober terjadi apresiasi 0,3%, lebih sedikit dari 1,7% pada September. (dea/bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top