Intansi di Priok latihan antiterorisme

JAKARTA: Sejumlah instansi di Pelabuhan Tanjung Priok menggelar pelatihan bersama dalam penanganan bahaya terorisme melalui angkutan laut.
News Editor | 09 Desember 2010 10:22 WIB

JAKARTA: Sejumlah instansi di Pelabuhan Tanjung Priok menggelar pelatihan bersama dalam penanganan bahaya terorisme melalui angkutan laut.

Pelatihan yang dilaksanakan hari ini di terminal kapal penumpang pelabuhan itu melibatkan Satuan Petugas Port Facility Security Officer (PFSO) dan Port Security Officer (PSO) di lingkungan Pelabuhan Tanjung Priok, Kepolisian Pelabuhan Tanjung Priok, Port Security Comittee (PSC) dari Kantor Adpel Utama Tanjung Priok.

Juru Bicara Pelabuhan Tanjung Priok Hambar Wiyadi mengatakan latihan ini untuk memberikan kewaspadaan kepada seluruh petugas pengamanan, sekaligus mengantisipasi secara cepat apabila terjadi keadaan bahaya di sekitar lingkungan pelabuhan.

Apalagi latihan ini dipersyaratkan dalam International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code yang harus dilaksanakan minimal satu kali dalam 1 tahun atau paling lambat 18 bulan sekali oleh penyelenggara pelabuhan yang melayani kapal-kapal internasional, ujarnya hari ini.

Latihan ini juga melibatkan 1 unit kapal penumpang KM Ganda Dewata milik PT Pelni, 2 unit kapal patroli cepat dan petugas dari armada Kesatuan Penjaga laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok, 1 unit mobil ambulan dengan paramedisnya dari Kantor Kesehatan Pelabuhan, 2 unit mobil pemadam kebakaran milik Pelindo II Tanjung Priok serta 2 unit mobil patroli Kepolisian Tanjung Priok.

Pelatihan ini untuk memastikan adanya koordinasi dan implementasi antar instansi di pelabuhan dalam menangani keadaan bahaya dan terorisme, ujarnya. (arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top