Jatim tolak bongkar beras impor di pelabuhan

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. penolakan pembongkaran beras impor di pelabuhan Tanjung Perak, dan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang beroperasi lagi.
News Editor | 09 Desember 2010 03:10 WIB

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. penolakan pembongkaran beras impor di pelabuhan Tanjung Perak, dan Bandara Abdul Rachman Saleh di Malang beroperasi lagi.

TOLAK BERAS IMPOR: Dewan Pemerintah Provinsi Jawa Timur meminta penghentian pembongkaran beras impor di Pelabuhan Tanjung Perak sebanyak 1,5 juta ton. Kemarin, seperenam atau sebanyak 250.000 ton beras impor datang di Tanjung Perak Surabaya. (Jawa Pos)BANTU UMKM: PT Perkebunan Nusantara XII (Persero) selama 14 tahun terakhir telah mengucurkan dana pinjaman lunak senilai Rp27,4 miliar kepada 1.026 unit usaha skala mikro kecil menengah (UMKM) di sekitar kebun di Jawa Timur. (Bisnis Indonesia Jatim dan Bali)BANDARA MALANG: Penerbangan rute Malang-Jakarta kembali normal setelah Bandara Abdul Rachman Saleh sempat ditutup selama 6 hari mulai 29 November akibat peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Bromo.Penerbangan perdana setelah bandara itu kembali dibuka untuk rute penerbangan sipil pada 5 Desember lalu belum lancar 100%. Tingkat okupansi seat Garuda pada penerbangan perdana pascapenutupan bandara hanya mencapai 65%. (Bisnis Indonesia Jatim dan Bali)POLEMIK PERWALI: DPRD Surabaya mengecam Walikota Tri Rismaharini karena menetapkan Peraturan Walikota No. 56 dan No. 57 tentang Pajak Reklame tanpa menunggu pengesahan perda terbaru, yang sedang digodok anggota dewan.Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam sidang paripurna pengajuan interpelasi DPRD Surabaya yang banjir interupsi itu menyatakan penetapan perwali tersebut memang didasarkan pada Perda No. 56/2006, yang merupakan penjabaran UU No. 34/2000 tentang pajak dan retribusi daerah, dan mengabaikan Raperda baru. (Bisnis Indonesia Jatim dan Bali)SISA APBD: Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya mengakui APBD Surabaya 2010 senilai Rp 4,2 triliun masih tersisa Rp2 triliun. Meski demikian, dana tersebut bisa dipakai oleh pemerintah kota untuk membiayai berbagai proyek. Kendala utama pembangunan infrastuktur adalah pembebasan lahan. (Kompas Jatim)JARING ASMARA: Pemkot Surabaya mengembalikan proposal bernilai total Rp52 miliar yang diajukan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Anggaran tersebut direncanakan untuk melaksanakan 745 proposal untuk program Jaring Aspirasi Masyarakat (Jaring Asmara).Setiap penggunaan anggaran harus mengacu pada satuan standar harga (SSH). Jangan sampai anggota DPRD dipenjarakan karena salah menggunakan anggaran daerah. (Kompas Jatim)(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top