Waspadai defisit perdagangan dengan India

JAKARTA: Kadin Indonesia meminta pemerintah tetap mewaspadai ancaman defisit perdagangan Indonesia dengan India setelah adanya Indonesia-India Comprehensive Economic Cooperation Agreement (IICECA).
Adi Ginanjar Maulana | 09 Desember 2010 11:04 WIB

JAKARTA: Kadin Indonesia meminta pemerintah tetap mewaspadai ancaman defisit perdagangan Indonesia dengan India setelah adanya Indonesia-India Comprehensive Economic Cooperation Agreement (IICECA).

Natsir Mansyur, Wakil Ketua Umum Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Kadin Indonesia, menyatakan meski saat ini posisi perdagangan Indonesia dengan India masih mencatat surplus, tetapi potensi defisit perdagangan bisa saja terjadi seandainya tidak diantisipasi sejak awal.

Jangan tiba-tiba main teken saja dan pada ujung-ujungnya defisit kita semakin lebar. Okelah kita masih surplus dengan India tapi jangan karena kerja sama ini, akhirnya kita malah jadi defisit," kata dia, hari ini.

Pihak pelaku usaha, kata Natsir, pada dasarnya sangat menyambut baik kerjasama bilateral yang komprehensif tersebut. Namun, kata dia, keterlibatan pelaku usaha dalam proses perundingan harus lebih ditingkatkan, sehingga pada nantinya kerjasama tersebut tidak menjadi boomerang bagi industri dalam negeri.

Dia mencontohkan kerjasama Asean China FTA (ACFTA) yang langsung diteken oleh pemerintah tanpa adanya sosialisasi kepada pelaku usaha dan pada akhirnya menciptakan defisit yang semakin lebar karena ketidaksiapan industri dalam negeri. "Harus ada koordinasi dengan pelaku usaha, sehingga tahu mana sektor yang harus dikeluarkan, mana yang harus masuk ke bagian perundingan, jelasnya.(msb)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top