PDB Jepang diperkirakan alami kontraksi

TOKYO: Laju produk domestik bruto (PDB) Jepang pada kuartal IV/2010 diperkirakan mengalami kontraksi akibat penguatan yen, setelah mencatatkan akselerasi pertumbuhan pada kuartal sebelumnya.
Yanto Rachmat Iskandar | 09 Desember 2010 08:35 WIB

TOKYO: Laju produk domestik bruto (PDB) Jepang pada kuartal IV/2010 diperkirakan mengalami kontraksi akibat penguatan yen, setelah mencatatkan akselerasi pertumbuhan pada kuartal sebelumnya.

Kantor Kabinet Jepang, hari ini, mengumumkan PDB pada kuartal III tumbuh sebanyak 4,5% (year-on-year), lebih tinggi dari perhitungan awal 3,9%. Konsumsi swasta, yang mencakup sekitar 60% dari PDB, memicu ekspansi karena rumah tangga memburu pembelian mobil hemat energi sebelum program subsidi berakhir.Namun, pada periode kuartal akhir ini, ekonomi berpotensi terkontraksi akibat pelemahan ekspor dan penurunan laba korporasi setelah yen terus menguat. Sejak otoritas setempat mencoba menghentikan penguatan yen melalui intervensi pasar, yen menguat 2%.Capaian kuartal III tidak mengubah fakta bahwa ekonomi akan kontraksi pada kuartal ini, jadi kita tidak bisa terlalu optimistis, kata Tatsushi Shikano, ekonom senior Mitsubishi UFJ Morgan Stanley Securities Co di Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.Sebanyak 42 ekonom yang disurvey Asosiasi Perencanaan Ekonomi Jepang memproyeksi PDB pada kuartal IV akan merosot 1,9% (year-on-year). Parlemen Negeri Sakura telah mengesahkan tambahan anggaran pada bulan lalu untuk mendanai paket stimulus pemerintah guna melawan deflasi dan penguatan yen.Bank sentral Jepang (Bank of Japan/BOJ) juga telah memangkas suku bunga acuan dan pada Oktober mengumpulkan dana sebesar 5 triliun yen untuk membeli aset, termasuk surat utang pemerintah, obligasi korporasi, dan real estate investment trusts (REIT).Yen telah menguat sebesar 10% pada tahun ini dan mengancam perolehan laba perusahaan. Ekspor netto (year-on-year) menurun 0,1%, atau kontraksi pertama dalam 6 kuartal. Survey Nomura Holdings Inc terhadap 353 perusahaan Jepang, kecuali sektor keuangan, menunjukkan ekspektasi peningkatan laba 13,3% untuk tahun fiskal yang dimulai April 2011, lebih rendah dari estimasi September 19,8%. (mrp)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup