Anggap terorisme ancaman demokrasi salah kaprah

JAKARTA: Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang ancaman demokrasi adalah terorisme dianggap salah kaprah.Menurut Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman) M. Padjroel Rahman, musuh demokrasi adalah korupsi dan
Yusuf Waluyo Jati
Yusuf Waluyo Jati - Bisnis.com 09 Desember 2010  |  04:53 WIB

JAKARTA: Pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tentang ancaman demokrasi adalah terorisme dianggap salah kaprah.Menurut Ketua Lembaga Pengkajian Demokrasi dan Negara Kesejahteraan (Pedoman) M. Padjroel Rahman, musuh demokrasi adalah korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), tidak terorisme."Tadi saya lihat pidatonya presiden, menyedihkan, mengatakan terorisme adalah ancaman demokrasi," ujarnya kepada Bisnis, hari ini.Kalau dilihat secara mendasar, lanjutnya, terorisme justru lahir akibat adanya korupsi. Korupsi telah menciptakan ketimpangan sosial dan berujung pada tindakan kriminal seperti terorisme.Fadjroel yang juga aktivis Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi (Kompak) menegaskan Presiden Yudhoyono mengatakan demikian tak lain untuk menutupi kelemahaannya dalam pemberantasan korupsi dan melindungi HAM masyarakat sipil."SBY [nama populer presiden] banyak berjanji saja dalam berantas korupsi, tapi merealisasinya setengah hati," jelasnya. (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top