Audit forensik Century telan biaya US$10 juta

JAKARTA : Biaya audit forensik terhadap Bank Century diperkirakan akan menghabiskan dana antara US$2 juta hingga US$10 juta dan akan ditanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
News Editor | 08 Desember 2010 07:55 WIB

JAKARTA : Biaya audit forensik terhadap Bank Century diperkirakan akan menghabiskan dana antara US$2 juta hingga US$10 juta dan akan ditanggung oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Hal tersebut terungkap dalam rapat antara Tim Pengawas Bank Century dengan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, Menteri Keuangan Agus Martowardoyo, Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani, Kepala Bapepam-LK Ahmad Fuad Rahmany dan perwakilan mantan investor Antaboga Delta Sekuritas.Kepala Eksekutif LPS Firdaus Djaelani mengatakan bahwa perkiraan biaya audit forensik merupakan hasil pembahasan antara tim terpadu pemulihan aset Bank Century (sekarang berubah nama menjadi Bank Mutiara), yang beranggota sejumlah kementerian, Kepolisian, Kejaksaan dan LPS.Biaya itu tergantung seberapa luas dan seberapa dalam audit forensik dilakukan, katanya hari ini. Biaya untuk audit forensik, menurut Ketua Dewan Komisione LSP Heru Budiargo, juga telah disepakati akan dibebankan kepada LPS.Dia optimistis audit forensik itu akan membuahkan hasil berupa pengembalian aset Century yang nanti akan dipergunakan untuk membayar audit forensik. Namun, tutur Heru, LPS bukanlah pihak yang akan memberi tugas kepada auditor untuk melakukan audit forensik karena penugasan tersebut akan diberikan tim terpadu.Firdaus menambahkan perkiraan biaya audit forensik merupakan hasil pengalaman pemerintah selama ini. Harga itu muncul dari pengalaman kita selama ini dalam melakukan beberapa audit forensik terhadap bank, kata dia.Namun, dia mengaku belum tahu kapan audit forensik mulai dilakukan. Kepastian terhadap kapan audit dimulai, berapa lama hingga biaya final, tuturnya akan diketahui setelah tim terpadu melakukan konsultasi dengan beberapa calon auditor, yang diperkirakan merupakan auditor internasional.Kalau sudah ketemu calon dan kita konsultasi baru tahu berapa lama audit dilakukan dan berapa biayanya, kata dia.Namun, anggota Tim Pengawas Century dari Fraksi PKS Fachri Hamzah meminta biaya audit forensik dibebankan kepada APBN, bukan LPS.Menurut dia, pembebanan kepada LPS yang merupakan pemegang saham terbesar Bank Mutiara saat ini, skandal Century akan menjadi masalah lokal. Agar masalah ini tidak menjadi masalah lokal maka negara harus siapkan anggaran dan buka akses informasi seluas-luasnya untuk siapapun, kata dia.(mmh)

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup