Artha Prima hapus buku Rp4,6 miliar akibat illegal logging

Hery Trianto
Hery Trianto - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  09:00 WIB

JAKARTA: PT Artha Prima Finance akan melakukan penghapusan buku atau write off atas portofolio pembiayaan tahun ini sebesar Rp4,6 miliar seiring dengan pengaruh pembalakkan liar atau illegal logging di wilayah Kalimantan Timur.

Kasus tersebut menyebabkan perseroan mesti mengurus beberapa unit kendaraan roda empat di pengadilan dan bahkan sebagian unit mobil tidak jelas keberadaannya. Nilai write off tersebut turun dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp3,4 miliar.

Direktur Utama Artha Prima Finance Junus Elim Leatemia mengatakan hapus buku terhadap portofolio pembiayaan yang ada di wilayah Kalimantan Timur totalnya mencapai Rp9 miliar. Namun ada pemulihan sebesar Rp4,3 miliar sehingga tersisa Rp4,6 miliar.

"Langkah tersebut akibat imbas dari kasus pembalakkan liar atau illegal logging di pulau Borneo tersebut. Nilainya mencapai Rp9 miliar tapi dikurangi yang sudah recovery jadi total Rp4,6 miliar. Kami akan tagih terus karena write off hanya hapus buku bkan hapus tagih kan," tegasnya usai Rapat Rencana Kerja di Jakarta, hari ini.

Tahun lalu, total write off sebesar Rp7,3 miliar dan dikurangi recovery Rp3,9 miliar menjadi Rp3,4 miliar. Tahun depan, perseroan akan tetap menjalankan strategi pembiayaan tahun ini dengan fokus pada pembiayaan kendaraan roda empat bekas komersial.

Artha Prima Finance merupakan multifinance yang awalnya didirikan pada 2 Oktober 1989 dengan nama PT Upi Persada oleh para pemilik dan pengelola dari PT Bank Sri Partha di Bali.

Pada 17 Juli 2003 pemegang saham dari PT Partha Persada Multi Finance menjual seluruh saham perusahaan kepada pemegang saham yang baru, lalu nama perusahaan dirubah menjadi Artha Prima Finance. Kini sahamnya dikuasai oleh PT Buana Sejahtera sebesar 65% dan PT Dunia Sejahtera sebesar 35%. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top