PU ikut rehabilitasi rumah korban bencana

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum akan terlibat langsung dalam upaya rehabilitasi dan rekondisi rumah-rumah masyarakat yang menjadi korban bencana alam seperti tsunami di Mentawai, gunung meletus di Merapi, dan banjir bandang di Wasior.
Zufrizal | 08 Desember 2010 11:12 WIB

JAKARTA: Kementerian Pekerjaan Umum akan terlibat langsung dalam upaya rehabilitasi dan rekondisi rumah-rumah masyarakat yang menjadi korban bencana alam seperti tsunami di Mentawai, gunung meletus di Merapi, dan banjir bandang di Wasior.

Djoko Kirmanto, Menteri PU, menyatakan siap melakukan langkah-langkah yang dibutuhkan sesuai dengan kapasitas dan batasan kerja kementeriannya.Hal ini untuk menjamin korban agar mendapatkan tempat yang layak pascabencana ini terjadi dan juga menjamin agar bangunan yang mereka tempati nantinya aman untuk bencana sejenis yang terjadi di masa yang akan datang."Misalnya, untuk bencana seperti Mentawai dan Wasior, berdasarkan hasil penelitian tempat tersebut ternyata berbahaya karena bencana yang sama akan berulang puluhan atau beberapa tahun lagi, sehingga masyarakat akan direlokasi dan dipindahkan ke tempat yang lebih tinggi dan lebih aman," ujarnya pada konferensi pers Pameran Konstruksi Indonesia 2010, hari ini.Dia menambahkan proses pembangunan akan dibagi menjadi dua tahap yaitu pembangunan hunian sementara dan pembangunan hunian tetap.Untuk menunggu agar hunian tetap dapat ditempati, masyarakat yang menjadi korban bencana alam dapat menempati hunian sementara selama 1 hingga 2 tahun.Adapun untuk hunian tetap, konstruksi rumahnya akan mengikuti building code yang juga tahan gempa, sehingga nantinya apabila terjadi gempa, rumah tidak serta merta rubuh tetapi dapat memberi kesempatan bagi penghuninya untuk menyelamatkan diri dulu. (zuf)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top