Bank Jatim siap masuk bursa

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim antara lain mengenai rencana Bank Jatim masuk bursa (IPO) dan guyuran hujan di Jatim yang mengakibatkan longsor dan banjir.EMPAT RISIKO: Pemerintah Provinsi Jawa
Yusuf Waluyo Jati | 08 Desember 2010 02:04 WIB

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim antara lain mengenai rencana Bank Jatim masuk bursa (IPO) dan guyuran hujan di Jatim yang mengakibatkan longsor dan banjir.EMPAT RISIKO: Pemerintah Provinsi Jawa Timur harus mewaspadai empat risiko dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi pada 2011. Pengajar ekonomi dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu mengatakan terdapat empat risiko yakni bencana, ketersediaan kebutuhan pokok yang terbatas dan berharga tinggi, pasokan dan cadangan sumber energi yang kurang memadai, dan tingginya arus modal. (Bisnis Indonesia Jatim dan Bali)IPO BANK JATIM: Bank Jatim berencana masuk bursa (initial public offering/IPO) setelah RUPS pada Maret 2011 dengan target raihan dana Rp500 miliar. Dirut Bank Jatim Muljanto mengungkapkan perseroan berencana akan melepas sedikitnya 25% dari total modal Rp2,5 tiliun kepada publik tahun depan. IPO paling cepat dilaksanakan setelah RUPS pada Maret 2011. Seluruh rincian teknis akan ditetapkan pemprov, seperti jumlah serta nilai nominal saham, termasuk penjamin emisi.(Bisnis Indonesia Jatim dan Bali)LONGSOR MOJOKERTO: Hujan yang terjadi terus-menerus di kawasan Gunung Penanggungan mengakibatkan tanah longsor dan menutupi ruas jalan Trawas-Ngoro di Dusun Kedungudi, Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Selain menutup jalan, sejak Senin hingga Selasa timbunan longsor juga merusak pipa air sehingga saluran air bersih ke tiga desa, yaitu Kutogirang, Srigading, dan Kesemen di Kecamatan Ngoro terputus. (KOMPAS Jatim)PERWALI BATAL: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dijadwalkan pada hari ini memberi penjelasan tertulis soal interpelasi DPRD tentang kenaikan pajak reklame yang diatur dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 56 Tahun 2010. Jika dibatalkan, Risma menilai, sebanyak 91% titik tidak menikmati penurunan tarif. Sebaliknya 9% titik reklame besar gagal dikenai kenaikan pajak. (KOMPAS Jatim)SUNGAI MELUAP: Pemerintah Kota Surabaya belum akan membenahi tanggul sejumlah sungai yang meluap di musim hujan. Saat ini luapan air menggenangi sejumlah kawasan di sekitar Kali Lamong dan Kali Jagir. Sejumlah aliran sungai itu mengalami sedimentasi dan belum memiliki tanggul standar. Sementara, pemkot masih beranggapan tanggung jawab utama mengantisipasi meluapnya air di musim penghujan ada pada Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS). Pemkot baru akan mengalokasikan anggaran pembenahan tanggul dan pengerukan endapan pada 2011. (Jawa Pos)SUMO MOLOR: Megaproyek pembangunan tol Sumo (Surabaya-Mojokerto) sepanjang 36,27 kilometer molor setelah Pemprov Jatim gagal membebaskan lahan senilai Rp3 triliun. Pemprov memproyeksikan tol akan selesai pada 2012 dengan menunggu bantuan dari pemerintah pusat. Pemprov mengklaim sebanyak 40% pembangunan infrastruktur kelar dengan penyelesaian tender persiapan pembangunan hamper selesai 100%. (Jawa Pos)OVERLOAD JUANDA: Wakil Gubernur Jatim Syaifullah Yusuf mengatakan Kepala Staf TNI AL menyetujui pengoperasian kembali Bandara Juanda lama dengan dua skema pengembangan. Pengembangan pertama pada renovasi bandara lama dan pembangunan satu runway baru. Ditargetkan, pada 2011, juanda memiliki dua runway. Persetujuan tesebut berdasar terus meningginya pengguna bandara Juanda yang lebih dari 7 juta penumpang pada 2010, dengan angka per Desember mencapai 11 juta penumpang. Penggunaan ini dinilai akan memudahkan TKI asal Jatim berangkat ke Negara tujuan kerja. (Jawa Pos) (msw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top