Wacana pembatasan motor roda dua muncul lagi

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membatasi penggunaan kendaraan bermotor roda dua di jalan protokol Jakarta.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  06:58 WIB

JAKARTA: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membatasi penggunaan kendaraan bermotor roda dua di jalan protokol Jakarta.

Kendaraan motor roda dua saat ini menjadi alternatif transportasi warga Jakarta saat macet, tetapi fleksibilitas sepeda motor roda dua dianggap justru menambah kemacetan di jalan. Saya sebenarnya tidak menginginkan alternatif itu [sepeda motor] karena itu solusi yang sifatnya individual dan tidak menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta, ujar Deputi Gubernur DKI Jakarta bidang Perindustrian dan Transportasi Soetanto Soehodo di Balaikota, hari ini.Sutanto mengatakan pertumbuhan sepeda motor di Jakarta sudah pada tingkat yang memprihatinkan.Berdasarkan data Polda Metro Jaya, sampai dengan November 2010 jumlah kendaraan di Jakarta mencapai 11.362.396 unit kendaraan, terdiri dari 8.244.346 unit kendaraan sepeda motor roda dua dan 3.118.050 unit kendaraan roda empat.Jumlah kendaraan ini setiap tahunnya meningkat 15%, sementara pertumbuhan jalan di Jakarta hanya 0,01% atau 7.650 kilomete. Luas jalan juga hanya bertambah 40,1 kilometer atau 0,26% dari luas wilayah wilayah DKI Jakarta.Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor roda dua yang terus meningkat dan tidak seimbang dengan pertumbuhan jalan di DKI Jakarta ini diperparah dengan perhitungan fisik kendaraan bermotor melalui metode PCU (Passanger Car Unit) yang justru memakan badan jalan lebih banyak dari mobil.Bukan berarti badan motor yang hanya 1/5 mobil itu tingkat penggunaannya di jalan raya juga 1/5 dari badan jalan yang dipakai karena fleksibilitas motor justru membuat okupansi terhadap badan jalan bisa setengah atau bahkan lebih dibandingkan kendaraan roda empat, ujar Sutanto.Menurut dia, domain jalan adalah milik umum dan digunakan oleh umum, jadi sebaiknya alternatif solusi berdasarkan kepentingan umum, bukan kepentingan pribadi sehingga motor roda dua bukan alternatif mengatasi macet di Jakarta.Selain itu kendaraan motor roda dua memiliki buangan emisi yang cukup besar dibandingkan kendaraan roda empat sehingga penggunaan motor roda dua justru akan timbulkan masalah baru, yaitu masalah lingkungan.Tidak benar juga kalau semakin banyak orang menggunakan motor hasilnya akan lebih baik secara fisik maupun lingkungan, ujar mantan Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ini.Meski demikian ide membatasi kendaraan roda dua menurutnya juga harus diimbangi dengan pilihan moda transportasi lain di Jakarta, yaitu angkutan umum.Dengan moda angkutan massal yang memadai, dia berharap warga Jakarta mau berpindah dari menggunakan kendaraan pribadi ke angkutan umum.Apalagi jalanan semakin macet dan parkir pun akan dibatasi, artinya warga dipaksa untuk beralih ke moda transportasi lain, katanya. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top