AAUI usulkan kapasitas surety bond digabung

JAKARTA: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) masih memperjuangkan rencana penggabungan kapasitas bisnis asuransi penjaminan proyek (surety bond), menyusul makin banyaknya proyek pemerintah yang membutuhkan penjaminan.Namun, rencana penggabungan kapasitas
Mochammad Subarkah
Mochammad Subarkah - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  09:55 WIB

JAKARTA: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) masih memperjuangkan rencana penggabungan kapasitas bisnis asuransi penjaminan proyek (surety bond), menyusul makin banyaknya proyek pemerintah yang membutuhkan penjaminan.Namun, rencana penggabungan kapasitas tersebut belum ditentukan bentuknya seperti apa, apakah dalam bentuk pool, atau konsorsium, dengan kerja sama seluruh perusahaan asuransi yang memiliki bisnis surety bond. Ada peluang untuk membuat kapasitas surety bond ini menjadi lebih besar lewat kerja sama pelaku bisnis ini. AAUI akan kembali melakukan pembahasan, tetapi bentuknya seperti apa belum ditentukan, ujarnya kepada Bisnis, hari ini.Menurut dia, rencana penggabungan kapasitas surety bond tersebut menyusul makin banyaknya proyek pemerintah, khususnya di sektor infrastruktur yang membutuhkan penjaminan.Julian menuturkan hal tersebut karena nilainya proyeknya yang sangat besar mencapai triliunan, seperti jembatan, dan jalan tol.Namun, kecenderungan pelaku bisnis surety bond sampai sekarang masih bergerak sendiri-sendiri sehingga tidak memiliki kemampuan memberikan penjaminan ketika ada proyek besar.Dalam hal ini, pihaknya masih melihat kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan dari seluruh pelaku bisnis termasuk meminta kapasitas reasuransi secara bersama-sama.Masalah utama bisnis surety bond adalah kapasitasnya yang masih sangat terbatas, sehingga akan dibahas bagaimana untuk memperbesar dan kemungkinan kerja sama yang dilakukan, katanya. (mmh)

Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga AAUI Julian Noor mengatakan dalam rapat AAUI terakhir beberapa waktu lalu, rencana penggabungan kapasitas surety bond tersebut kembali dibahas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top