Kepercayaan pasar di Eropa anjlok

LONDON: Setelah 5 bulan sejak uji ketahanan (stress test) dilakukan terhadap bank-bank Uni Eropa, kepercayaan pasar terhadap sektor perbankan dan keuangan kawasan tersebut justru anjlok.Bloomberg Europe Banks and Financial Services Index tercatat menurun
News Editor
News Editor - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  13:03 WIB

LONDON: Setelah 5 bulan sejak uji ketahanan (stress test) dilakukan terhadap bank-bank Uni Eropa, kepercayaan pasar terhadap sektor perbankan dan keuangan kawasan tersebut justru anjlok.Bloomberg Europe Banks and Financial Services Index tercatat menurun sebanyak 4%. Kegagalan stress test dalam memulihkan kepercayaan pasar kian dipertegas ketika bulan lalu Irlandia memerintahkan 2 bank terbesarnya yang lolos stress test-- untuk menaikkan modal.Sejak 23 Juli ketika hasil uji daya tahan perbankan UE diumumkan, rata-rata credit default-swap (CDS) 110 bank di kawasan tersebut melonjak 11 basis poin atau 1,14%, lebih tinggi dari 30 kali lipat dari CDS 34 bank terbesar AS.Di tengah menjalarnya krisis utang Eropa saat ini, regulator dari 27 anggota UE berupaya mencari berbagai cara untuk memperbaiki hasil stress test untuk 2011. Nicola Veron, senior fellow Bruegel, perusahaan penelitian ekonomi yang berbasis di Brussel, mengatakan hal itu tidak akan mudah diwujudkan selama pemerintah dan bank sentral tidak bersedia menyerahkan pengawasan bank kepada sebuah otoritas pusat."Nasionalisme sektor keuangan membuat stress test tidak kredibel atau tidak begitu bermanfaat. Setiap negara memandang tes itu sebagai persaingan dan bukan untuk menjamin stabilitas keuangan Eropa," jelas dia yang juga menjabat sebagai visiting fellow di Peterson Institute for International Economics.Agar stress test lebih kredibel, mantan bankir Citigroup Inc yang kini mengajar mata studi keuangan di Cass Business School di London Peter Hahn menganjurkan agar risiko gagal bayar (default) surat utang pemerintah dimasukkan sebagai salah satu elemen penilaian."Konsep default pemerintah Eropa dan potensi ketidakmampuan mereka untuk mendukung pendanaan siaga perbankan merupakan isu utama di pasar. Sekarang, hanya sedikit orang yang percaya pada banknya. Kepercayaan justru ada di negara yang memberi bantuan kepada bank mereka," tuturnya.Investor menaruhkan kepercayaan yang lebih sedikit terhadap bank Eropa ketimbang perbankan AS. Data Bloomberg menunjukkan rasio price-to-book 50 bank terbesar Eropa berada di level 0,76, sedangkan 50 bank AS 0,97. Itu artinya, valuasi pasar bank Eropa rata-rata hanya 76% dari nilai aset mereka, sehingga mengindikasikan investor tidak percaya aset bank sebesar nilai sebenarnya. Pada 2007, rasio untuk bank Eropa dan AS masing-masing 2,15 dan 2,14.Bank sentral Eropa (European Central Bank/ECB) tidak dijadikan sebagai pihak pengawas perbankan, berbeda dengan Amerika yang menunjuk bank sentralnya (Federal Reserve/The Fed). Stress test justru dikoordinasikan oleh Committee of European Banking Supervisors, forum regulator UE yang pada 1 Januari akan diubah namanya menjadi European Banking Authority. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top