Unit linked dongkrak kinerja asuransi jiwa

JAKARTA: Produk gabungan asuransi dan investasi (unit linked) berpotensi dikembangkan untuk mendongkrak kinerja asuransi jiwa 2011, dengan tingginya pertumbuhan dari tahun ke tahun dan membaiknya kondisi pasar modal. CEO PT Asuransi Cigna Christine Setyabudhi
News Editor | 07 Desember 2010 11:51 WIB

JAKARTA: Produk gabungan asuransi dan investasi (unit linked) berpotensi dikembangkan untuk mendongkrak kinerja asuransi jiwa 2011, dengan tingginya pertumbuhan dari tahun ke tahun dan membaiknya kondisi pasar modal. CEO PT Asuransi Cigna Christine Setyabudhi menyatakan berdasarkan data AAJI juga diketahui telah terjadinya peralihan tren produk asuransi jiwa, dari dominasi risk produk sebesar 57% pada 2008, pada 2009 unit link sudah mendominasi dengan persentase sebesar 51%. Komposisi pada 2008 tersebut tercatat untuk unit linked sebesar 43% atau Rp20,57 triliun sedangkan produk lain Rp26,76 triliun (57%). Pada 2009, komposisi unit linked menjadi Rp30,59 triliun (51%), sedangkan produk lain Rp29,65 triliun."Berdasarkan data tersebut, pertumbuhan unit linked terbukti menjadi yang paling dominan dibandingkan dengan bisnis lain, sehingga memiliki potensi besar untuk mendongkrak kinerja," jelasnya, kemarin. Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya Hendrisman mengungkapkan potensi unit linked dinilai masih sangat besar pada 2011, terlebih dengan kondisi pasar modal yang terus membaik, dengan masuknya banyak dana-dana asing ke Indonesia. Membaiknya pasar modal secara umum berpotensi meningkatkan hasil investasi dari penempatan dana investasi industri asuransi, terutama untuk yang diperoleh dari penjualan produk unit linked. "Pasar modal diperkirakan akan tetap bagus dalam beberapa waktu ke depan. Hal itu berpotensi untuk digunakan dalam meraih hasil investasi yang tinggi dari penempatan investasi ke berbagai instrument yang ada," tuturnya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top