Program studi terakreditasi di Medan & Sumut 45%

MEDAN: Berikut ringkasan berita ekonomi dan umum terbitan lokal dari Medan dan sekitarnya, a.l. pada 2012 semua program studi di Perguruan Tinggi sudah harus terakreditasi.
News Editor | 06 Desember 2010 04:45 WIB

MEDAN: Berikut ringkasan berita ekonomi dan umum terbitan lokal dari Medan dan sekitarnya, a.l. pada 2012 semua program studi di Perguruan Tinggi sudah harus terakreditasi.

PAYUNG HUKUM: Sampai akhir tahun ini belum ada pemerintah daerah (kabupaten/kota) yang membuat payung hukum sebagai dasar memungut bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BHPTB) yang dilimpahkan pemerintah pusat kepada daerah.Kasubdit Pajak Daerah dan Retribusi Daerah I Direktorat Jenderal pajak Daerah dan Retribusi Daerah Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Ari Gemini Parbinoto mengatakan sampai November 2010 belum satu pun daerah yang sudah siap membuat peraturan daerah (perda) mengenai pemungutan BPHTB tersebut.(Medan Bisnis)AKREDITASI PRODI: Ketua Badan Akreditasi Nasional (BAN) Perguruan Tinggi Kamanto Sunarto menjelaskan pada 2012 seluruh program studi (prodi) harus sudah terakreditasi. "Kalau tidak terakreditasi maka tidak bisa mengeluarkan ijazah," ujarnya di Medan akhir pekan lalu.Di Sumut dan Aceh, dari 1.600 program studi baru sekitar 45% terakreditasi. Sisanya sampai saat ini belum terakreditasi. (Sinar Indonesia Baru)RAMPOK BERSENPI: Perampokan bersenjata api di Medan muncul lagi. Seorang pemilik rumah mewah di Putri Hijau Medan, isteri dan tiga pembantunya disekap di dalam kamar mandi setelah perampok pura-pura menanyakan sesuatu kepada pemilik rumah kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.Kawanan rampok yang berpura-pura sebagai anggota gereja yang dekat rumah Edy Halim tanpa diduga masuk ke dalam rumah dan menyekap pemilik rumah dan keluarganya beserta pembantunya. Mereka ditodong pistol jenis FN, dan dalam waktu 45 menit uang Edy leong sebanyak Rp500 juta dibawa kabur perampok."Peristiwa itu sedang diselidiki dan ditangani Poltabes Medan," ujar kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga di Medan kemarin. (Sumut Pos)TERBAKAR: Dua mobil tangki yang diduga sedang melakukan transfer minyak condensate hangus terbakar di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumut.Seorang sopir truk tangki dikabarkan terbakar dengan luka serius di sekujur tubuh, wajah, dan tangan. Dia langsung dilarikan ke RS Umum milik Pertamina EP Field Pangkalan Susu.Kedua mobil tangki yang selama ini digunakan untuk mengangkut minyak mentah hangus tebakar dan tidak bisa digunakan lagi. (Waspada)KUALITAS GURU: Sekitar 50% guru di Aceh belum menguasai materi pelajaran di berbagai jenjang pendidikan. Kondisi ini menjadi masalah yang menghambat upaya pemerintah daerah meningkatkan mutu pendidikan.Wakil Gubernur Aceh M. Nazar mengakui saat ini pemerintahan Aceh kesulitan meningkatkan mutu pendidikan akibat kualitas guru yang masih rendah. "Sekitar 50% guru di Aceh belum menguasai materi pelajaran, sehingga menyulitkan pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan," ujarnya kemarin. (Analisa)(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top