Ekonomi Jatim diproyeksi tumbuh 6,6% - 7,1%

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. mengenai proyeksi BI Surabaya terhadap perekonomian Jatim pada 2011.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  03:53 WIB

SURABAYA: Berikut adalah berbagai berita yang menjadi sorotan sejumlah media massa di Jatim, a.l. mengenai proyeksi BI Surabaya terhadap perekonomian Jatim pada 2011.

SDM SYARIAH: Minimnya jumlah SDM yang terampil di bidang perbankan dan keuangan syariah masih menjadi problem. Sepanjang 2010, pertumbuhan perbankan syariah bagus dan momentumnya diperkirakan masih akan terjaga pada 2011, bahkan melampaui kinerja perbankan konvensional. (Kompas Jatim)EKONOMI JATIM: Pertumbuhan ekonomi Jatim pada 2011 diproyeksikan 6,6% - 7,1%, lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi nasional (6,3%). Hingga triwulan III/2010, pertumbuhannya mencapai 7,14%, lebih tinggi dari nasional (5,8%).Wibisono, Deputi Pemimpin Bank Indonesia Surabaya, mengatakan pertumbuhan ekonomi sebesar itu didorong oleh peningkatan konsumsi masyarakat. (Bisnis Indonesia Jatim & Bali)REMITANSI TKI: Hingga triwulan II/2010 nilai remitansi TKI asal Jatim telah mencapai Rp1,23 triliun, naik dibandingkan dengan nilai pada triwulan I/2010 yang hanya Rp1,21 triliun. Negara tempat bekerja TKI pengirim remitansi terbesar berturut-turut adalah Malaysia, AS, dan Arab Saudi. (Bisnis Indonesia Jatim & Bali)BROMO SEPI: Jumlah wisatawan ke Gunung Bromo turun drastis, diperkirakan hingga 50%, menyusul aktivitas vulkanik beberapa waktu terakhir.Namun begitu, wisatawan yang datang untuk melihat aktivitas Bromo dari batas aman (di luar radius 3 km), masih relatif banyak. Tidak hanya Bromo, Gunung Semeru juga ditutup untuk kegiatan pendakian sejak medio November. (Bisnis Indonesia Jatim & Bali)TKW KABUR: Hosna, TKW yang disiksa majikannya di Arab Saudi, akhirnya tiba di rumah, Sabtu malam, 4 Desember lalu. Namun kegembiraan keluarga menyambut kepulangan ibu satu anak itu pudar setelah menyaksikan Hosna dalam kondisi cacat. Dia tidak bisa berjalan karena belum pulih sejak operasi patah dan retak tulang tumit, karena kabur dari tempat bekerja dengan melompat keluar jendele di lantai tiga. Demikian pula di sekujur tubuhnya ditemui bekas cambukan rotan. (Jawa Pos)INVESTASI PALSU: Puluhan nasabah kegiatan investasi sarung menggeruduk rumah Syamsul Arifin di Gresik, menuntut pengembalian dana hingga Rp3,8 miliar.Modus operandi praktik investasi palsu adalah nasabah ditawarkan untuk turut membiayai ekspor sarung ke Timur Tengah, di mana satu kodi sarung membutuhkan investasi Rp1,2 juta, dan nantinya mendapatkan komisi Rp200.000 per bulan. Tapi istri Syamsul berkelit dengan mengatakan bahwa pasangan itu pun tertipu orang lain. (Jawa Pos)(maj/er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top