Audit keuangan Pertamina segera tuntas

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) menargetkan laporan audit keuangan perseroan 2009 tuntas pada akhir tahun ini dan laporan audit keuangan 2010 selesai maksimal pada April 2011.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  11:35 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) menargetkan laporan audit keuangan perseroan 2009 tuntas pada akhir tahun ini dan laporan audit keuangan 2010 selesai maksimal pada April 2011.

VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan laporan keuangan teraudit tersebut perlu diselesaikan secepatnya karena merupakan salah satu syarat rencana perseroan untuk menjadi perusahaan publik nonlisted (Non Listed Public Company/NLPC) dan juga untuk menerbitkan obligasi.Yang laporan audited 2009 sedang finalisasi, mudah-mudahan akhir bulan ini selesai. Kalau audited 2010 kami harapkan bisa selesai per Maret 2011 atau April 2011. Kalau laporan keuangan audit selesai, kan bisa menjadi gambaran bagi debitur [investor], sehingga ada referensi dan bisa meyakinkan mereka, ujarnya hari ini.Harun mengatakan perseroan saat ini masih berencana untuk mengubah status perseroan menjadi NLPC sebelum menerbitkan obligasi.Yang utama kami akan selesaikan dulu NLPC. Tapi sebelumnya kami selesaikan dulu audit reported 2011. Karena untuk NLPC kan harus ada laporan keuangan 3 tahun berturut-turut dan harus untung. Kalau NLPC bisa lebih cepat, baru kami terbitkan obligasi, jelasnya.Terkait dengan ucapan Menteri BUMN Mustafa Abubakar yang menilai pembentukan NLPC Pertamina sulit terealisasi pada 2011 karena menunggu Peraturan Pemerintah, Harun mengatakan tidak menutup kemungkinan obligasi diterbitkan lebih dulu tergantung pada kebutuhan perseroan.PP juga harus ditunggu. Kalau tidak bisa diselesaikan disitu [NLPC lebih lama], mungkin bisa keluarkan obligasi dulu. Ya, itu tergantung kepada kebutuhan korporasi. Tapi langkah utama kami NLPC dulu, tegasnya.Adapun untuk jumlah obligasi yang akan diterbitkan BUMN minyak dan gas tersebut kemungkinan akan dikaji kembali dan disesuaikan dengan target dan kebutuhan perseroan di masa yang akan datang. Untuk jumlah tentu akan ada penyesuaian, karena adanya perubahan target, kata dia.Berdasarkan catatan Bisnis, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai US$1,5 miliar yang akan digunakan untuk membiayai belanja modal perseroan. Untuk melaksanakan rencana itu, perseroan menunjuk tiga perusahaan sekuritas yaitu Citi, HSBC, Credit Suisse. Obligasi tersebut rencananya bertenor 7 hingga 10 tahun.Rencana penerbitan obligasi ini awalnya diharapkan dapat terealisasi pada semester I/2010, namun akhirnya mundur hingga September 2010, tetapi akhirnya tidak dapat terlaksana pada tahun ini. (mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top