DBS jual anak usaha ke Nikko

JAKARTA: DBS Bank Ltd melepaskan kepemilikan saham mayoritas anak usahanya, DBS Asset Management (DBSAM), kepada Nikko Asset Management Co Ltd.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  14:57 WIB

JAKARTA: DBS Bank Ltd melepaskan kepemilikan saham mayoritas anak usahanya, DBS Asset Management (DBSAM), kepada Nikko Asset Management Co Ltd.

Kesepakatan itu tercapai karena kedua belah pihak akan meningkatkan ekspansi di kawasan Asia. Melalui akuisisi tersebut, DBS akan menjadi pemegang saham strategis di dalam Nikko Asset Management, yakni 7,25% saham pada perusahaan yang berbasis di Tokyo.

Transaksi tersebut akan menambah aset dana kelolaan Nikko Asset Management sebesar US$7 miliar dan juga memperluas kemampuan distribusi perusahaan itu di kawasan Asia secara signifikan.

Chairman dan CEO Nikko Tim McCarthy mengatakan kesepakatan itu membentuk aliansi strategis antara Nikko dan DBS dengan menggabungkan dua kekuatan yang saling melengkapi dalam hal produk, platform investasi, saluran serta serta wilayah distribusi.

Kami akan menantikan kerja sama dengan DBS untuk terus menyempurnakan produk-produk wealth management bagi nasabah perbankan, ujarnya dalam keterangan tertulis, hari ini.

Menurut dia, Nikko dan DBS akan terikat dalam kesepakatan distribusi non-eksklusif sehingga produk investasi Nikko bisa ditawarkan melalui jaringan DBS di pasar utama Asia.

DBS juga akan memberikan komitmen kepada Nikko berupa anak perusahaan manajemen asetnya, pertama, kepemilikan saham sebesar 30% di HwangDBS Investment Management Berhad, salah satu perusahaan fund management independen terdepan di Malaysia.

Kedua, kepemilikan saham sebesar 51% di Asian Islamic Investment Management Sdn Bhd, sebuah perusahaan fund management berbasis Islam di Malaysia (49% saham lainnya dimiliki oleh HwangDBS Investment Management).Ketiga, anak perusahaan fund management DBS di Hong Kong.

Melalui akuisisi itu, sebanyak 107 orang karyawan DBS akan dipindahkan ke Nikko. Namun, 33% kepemilikan saham DBSAM di Changsheng Fund Management, sebuah joint venture fund management di Cina tidak akan menjadi bagian dari transaksi tersebut dan tetap dimiliki oleh DBS.

Nikko AM telah memiliki 40% saham di Rongtong Fund Management Company, perusahaan terbesar ke-6 untuk fund management berstatus joint venture Cina dan pihak asing di negara tersebut.

Transaksi itu berlangsung tiga pekan setelah Nikko sebelumnya menandatangani kesepakatan untuk mengakuisisi Tyndall Investments, sebuah perusahaan manajemen investasi terkemuka di Australia dan Selandia Baru, dan membentuk aliansi distribusi yang strategis bersama Suncorp.

Nikko telah mengumumkan keinginannya membangun basis yang kuat di Jepang guna menjadi salah satu perusahaan manajemen investasi terdepan di seluruh wilayah Asia. Dari dua transaksi yang diperkirakan akan selesai pada kuartal pertama 2011, Nikko akan mempunyai tambahan dana kelolaan sebesar US$32 miliar sekaligus menjadikan total dana kelolaan perusahaan lebih dari US$150 miliar.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top