Wisatawan ke Bromo anjlok

MALANG: Jumlah wisatawan yang datang ke Gunung Bromo turun drastis menyusul peningkatan aktivitas vulkanik di gunung tersebut beberapa waktu terakhir, meski saat ini cenderung mulai turun.
Feri Kristianto | 05 Desember 2010 10:12 WIB

MALANG: Jumlah wisatawan yang datang ke Gunung Bromo turun drastis menyusul peningkatan aktivitas vulkanik di gunung tersebut beberapa waktu terakhir, meski saat ini cenderung mulai turun.

Nova Elina, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS), mengatakan sejak aktivitas Bromo meningkat dan masuk status awas, jumlah wisatawan yang datang mengalami penurunan drastis."Berapa pastinya kami masih melakukan pendataan, yang jelas wisatawan yang datang ke Bromo turun drastis," kata Nova di Malang, akhir pekan lalu.Diperkirakan angka penurunannya mencapai lebih dari 50%. Namun begitu, wisatawan yang datang untuk melihat aktivitas Bromo dari batas aman yang ditetapkan yakni 3 km, lanjut dia, masih relatif cukup banyak."Di antaranya adalah wisatawan lokal yang masuk melalui sejumlah pintu dari batas aman yang ditetapkan yakni 3 km seperti dari bibir lautan pasir misalnya atau melihat dari Cemorolawang."Tidak hanya Bromo, Gunung Semeru, lanjut Nova, sejak medio November lalu juga ditutup untuk kegiatan pendakian. Menurut dia, penutupan itu tidak hanya disebabkan peningkatan aktivitas vulkanik di Semeru, namun juga karena alasan lain yakni ancaman longsor menyusul hujan yang terus berlangsung."Kawasan Gunung Semeru juga kami tutup dari pendakian, termasuk untuk menghindari kemungkinan terjadinya bahaya longsor," jelasnya.BB TNBTS sendiri, ujarnya, juga telah menerjunkan petugas terkait di lokasi Bromo dan Semeru, di mana dalam satu regunya terdiri dari 10 petugas. Petugas melakukan pemantauan terhadap kemungkinan masuknya wisatawan lokal yang ingin melihat aktivitas Bromo dari luar batas aman 3 km yang ditetapkan.Data yang dihimpun dari Malang Tourism Center (MTC) menyebutkan sejak Gunung Bromo dalam status awas, membuat tingkat kunjungan maupun okupansi hotel langsung menyusut hingga 30%-40%. Dan sejauh ini Bromo dinyatakan tertutup untuk wisata.Menurut Sugiyanto, Direktur MTC, kalau situasi Bromo normal, pada low session setiap hari tak kurang 125-150 wisatawan baik lokal maupun asing datang ke Bromo. Sementara kalau peak session sebanyak 750-1.000 orang per hari dan sebagian besar berasal dari Malang yang masuk melalui Tumpang, Kab. Malang.Sebelumnya, Kepala BB TNBTS Sutrisno mengatakan aktivitas di Bromo terus menunjukkan penurunan. Bahkan pihaknya juga siap membuka jalur wisata di Penanjakan dan Cemorolawang yang merupakan daerah aman untuk melihat kawasan Bromo terutama pada saat matahari terbit. (ts)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top