Bankir rem ekspansi pembiayaan

JAKARTA: Bankir mengerem ekspansi pembiayaan karena beberapa bank papan atas sudah mencapai target kreditnya. Bank lebih memilih menjaga kualitas aset dibandingkan dengan ekspansi usaha menjelang tutup tahun, sehingga pengucuran kredit melambat.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 Desember 2010  |  14:02 WIB

JAKARTA: Bankir mengerem ekspansi pembiayaan karena beberapa bank papan atas sudah mencapai target kreditnya. Bank lebih memilih menjaga kualitas aset dibandingkan dengan ekspansi usaha menjelang tutup tahun, sehingga pengucuran kredit melambat.

Komisaris Independen Bank Mutiara Eko B. Supriyanto mengatakan fenomena tersebut bisa terjadi karena bank-bank yang sudah mencapai target memperlambat ekspansi kredit, meskipun masih ada juga yang mengenjot pembiayaan."Untuk kasus yang sekarang banyak bank-bank yang sudah mencapai ekspansi kreditnya. Jadi melambat," katanya kepada Bisnis hari ini.Hal senada disampaikan oleh Komisaris Independen Bank Mandiri Krisna Wijaya. Menurut dia, jelang akhir tahun adalah waktu yang singkat, seperti halnya Desember. Dalam kondisi itu, sambungnya, transaksi keuangan cenderung direm."Produksi sudah disiapkan sebelumnya. jadi modal kerja hanya sebagai berjaga-jaga saja. Gejala ini sebenarnya sama saja dengan tahun sebelumnya. Mungkin luput saja dari perhatian," paparnya.Dia mengutarakan dalam kondisi jelang tutup tahun seperti ini biasanya yang dijaga bankir adalah tidak terjadi peningkatan rasio kredit bermasalah yang signifikan dan dana tidak lari dari kantung-kantung simpanan mereka.Dalam dua bulan kuartal IV/2010, tepatnya antara Oktober-November, kredit perbankan secara bersih hanya tumbuh sekitar Rp9 triliun menjadi Rp1.679,6 triliun.Padahal sepanjang kuartal III/2010 kredit perbankan tumbuh sebesar Rp54,8 triliun. Bahkan pada kuartal II/2010 pembiayaan industri tersebut secara bersih naik sebesar Rp129,9 triliun jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang tumbuh Rp15,1 triliun. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top