Pembiayaan syariah naik Rp16 triliun

JAKARTA: Bank Indonesia melaporkan pembiayaan bank syariah di Indonesia bertambah sebesar Rp16,10 triliun (year to date/ytd)sepanjang tahun ini dari Rp46,88 pada akhir tahun lalu menjadi Rp62,99 per Oktober 2010. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan
News Editor | 05 Desember 2010 04:32 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia melaporkan pembiayaan bank syariah di Indonesia bertambah sebesar Rp16,10 triliun (year to date/ytd)sepanjang tahun ini dari Rp46,88 pada akhir tahun lalu menjadi Rp62,99 per Oktober 2010. Kenaikan tersebut didorong oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan pada ketiga segmen penggunaan yaitu pembiayaan modal kerja yang tumbuh sebesar Rp7,56 triliun (ytd) menjadi Rp30,43 triliun, pembiayaan investasi Rp2,61 triliun menjadi Rp12,57 triliun, dan pembiayaan konsumsi Rp5,92 triliun menjadi Rp19,98 triliun.Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia (BI) Mulya E Siregar mengakui segmen pembiayaan konsumtif berkontribusi tinggi terhadap total pembiayaan syariah. Berdasarkan data BI, secara perlahan tapi pasti porsi pembiayaan konsumtif oleh bank syariah di Indonesia mengalami perkembangan dalam setahun terakhir. Sementara itu, meski mengalami pertumbuhan nilai, namun porsi pembiayaan modal kerja dan pembiayaan investasi justru menyusut."Segmen pembiayaan konsumtif di syariah memang besar. Antara lain pembiayaan perumahan dan kendaraan bermotor. Tapi kami juga mendorong bank syariah ke segmen modal kerja dengan mengincar pembiayaan waralaba," katanya, hari ini.BI melaporkan porsi pembiayaan konsumsi oleh bank syariah pada Oktober tahun lalu sebesar 27,4% dari total pembiayaan perbankan syariah dan tumbuh menjadi 30,0% pada akhir 2009. Pada September 2010, porsi pembiayaan konsumsi tumbuh kembali menjadi 31,4% dan tumbuh lagi menjadi 31,7%. Sementara itu, porsi pembiayaan modal kerja pada Oktober tahun lalu mencapai 51,3% dan turun menjadi 48,8% pada akhir tahun.Pada September 2010, porsi pembiayaan modal kerja menyusut menjadi 48,7% dan turun lagi menjadi 48,3%.Direktur Bisnis BNI Syariah Bambang Widjanarko mengakui peluang pembiayaan di segmen konsumer juga masih tinggi. Pada tahun depan, BNI Syariah menargetkan pertumbuhan pembiayaan konsumer sebesar 50%."Peluang pembiayaan syariah masih besar. Pasar sedang bagus. Kami yakin tahun depan bisa tumbuh 50% pada semua jenis kredit, termasuk pembiayaan," katanya.Dia mengungkapkan sampai dengan November 2010 pihaknya telah menyalurkan pembiayaan konsumer sebesar Rp1,65 triliun. "Pembiayaan perumahan [KPR] masih mendominasi pembiayaan konsumer sampai dengan 70%," ujarnya. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top