Asuransi umum tumbuh 10%, sektor jiwa bisa 40%

JAKARTA: Industri asuransi nasional pada 2011 diperkirakan tetap tumbuh positif, dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 40% pada asuransi jiwa dan 15% pada asuransi kerugian.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 01 Desember 2010  |  01:23 WIB

JAKARTA: Industri asuransi nasional pada 2011 diperkirakan tetap tumbuh positif, dengan proyeksi pertumbuhan mencapai 40% pada asuransi jiwa dan 15% pada asuransi kerugian.

Kepala Departemen Chanel Distribusi Bancassurance Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia, sekaligus Deputi CEO Allianz Life Indonesia Handojo G. Kusuma mengatakan pertumbuhan asuransi jiwa diperkirakan lebih pesat dari asuransi umum.Proyeksi pertumbuhan tersebut bersamaan dengan terus membaiknya kondisi perekonomian tahun ini yang diperkirakan sebesar 6,3% dan masih akan berlanjut pada 2011.Selain itu, dari penelitian yang dilakukan diketahui terjadinya peningkatan kesadaran masyarakat untuk berasuransi, terutama di kelas menengah yang melihat asuransi sebagai produk menarik setelah simpanan (tabungan) dan kendaraan bermotor.Proyeksi pertumbuhan itu juga mengingat besarnya potensi asuransi di Indonesia yang belum tergarap, dengan minimnya penetrasi, dan konsentrasi pelaku bisnis hanya di kota-kota  besar."Penetrasi yang rendah menunjukkan masih besarnya pasar dan peluang yang bisa digarap pelaku industri, terutama secara geografis dengan mengembangkan daerah di luar kota besar. Kesadaran masyarakat berasuransi juga merupakan peluang untuk digarap," ujarnya, dalam Insurance Outlook 2011, Media Asuransi, hari ini.Handojo menyatakan strategi pengembangan yang dapat dilakukan untuk mendorong pertumbuhan itu antara lain melalui peningkatan jumlah agen berlisensi yang ditargetkan AAJI mencapai 350.000 orang pada 2011 dan 500.000 pada 2012, dari posisi 2009 sebanyak 215.000 orang.Selain itu, penyediaan produk pengembangan asuransi menjadi sangat penting untuk dilihat masyarakat sebangai alternatif orang menyimpan dana, sekaligus menjadi investasi yang didukung proteksi, di mana saat ini lebih pada unit-linked."Produk unit-linked tercatat menjadi pendorong terbesar bisnis asuransi jiwa sebesar 48,73% dibandingkan dengan bisnis lain seperti individual dan group, sehingga berpotensi untuk terus dikembangkan," tuturnya.Ketua AAUI Kornelius Simanjuntak mengatakan asuransi kerugian pada 2011 diperkirakan tetap tumbuh positif di kisaran 10%-15% dengan berbagai indikator makro khususnya pertumbuhan ekonomi yang baik tahun ini.Selain itu pembangunan infrastruktur yang terus berjalan di Indonesia didukung dengan jumlah penduduk yang besar menyebabkan potensi pasar yang sangat besar untuk dapat dikembangkan."Kami melihat banyaknya peluang bagi pelaku industri untuk mengembangkan usahanya berdasarkan indikator yang dapat digarap, dengan sejumlah tantangan yang harus dihadapi, seperti permodalan, penurunan harga premi, dan sertifikasi SDM," jelasnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Rezza Aji Pratama

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top