Ini PR Prabowo Jika Ingin Menandingi Petahana

Prabowo-Sandi harus lebih menampilkan tawaran yang lebih baik dibandingkan dengan yang ditawarkan calon petahana.
Muhammad Ridwan | 27 November 2018 18:58 WIB
Pasangan calon Presiden Joko Widodo-Maruf Amin (kanan) berbincang dengan pasangan capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di sela-sela pengambilan nomor urut untuk Pilpres 2019, di kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden memiliki pekerjaan rumah untuk mengambil suara pemilih Jokowi-Ma’ruf Amin sebagai petahana.

Sebagai petahana, Joko Widodo memiliki keuntungan atas program-programnya saat menjabat sebagai Presiden, penilaian kepuasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah di bidang ekonomi ada di angka 70,3% berdasar hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Pada kampanyenya, Jokowi selalu menampilkan capaian-capaian pemerintah, sedangkan Prabowo belum memiliki rekam jejak pada pemerintahan, sehingga akan sulit untuk menandingi itu.

Catatan tersebut menjadi pekerjaan yang tidak mudah untuk pasangan nomor urut 02 untuk mengambil alih suara pemilih tersebut. Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa memberikan catatan agar Prabowo-Sandi dapat merebut suara pemilih petahana.

Menurutnya, Prabowo-Sandi harus lebih menampilkan tawaran yang lebih baik dibandingkan dengan yang ditawarkan calon petahana.

“Sehingga yang perlu dimunculkan adalah adu gagasan, karena Pak Jokowi sendiri kan dari program itu kan sebenarnya ada garis besar yang di belakangnya itu. Kira-kira gagasan yang dia ingin capai seperti apa. Nah memang Pak Prabowo harus memunculkan gagasan itu,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

 Dengan menawarkan gagasan yang mampu melampaui gagasan lawan, menurut Ardian masyarakat dapat tertarik dan bukan tidak mungkin untuk berbalik memilihnya pada Pemilihan Presiden 2019.

 “Karena tantangan untuk penantang itu dua, pertama harus memberikan alternatif program dari yang sekarang. Kedua juga menjadi harapan baru. Harapan baru maksudnya, dia bisa menceritakan, ketika dia memimpin, apakah bisa menjalani hal itu atau tidak, karena program saja tidak cukup untuk meyakinkan masyarakat,” jelasnya.

 Selain itu, ketika gagasan tersebut ditawarkan, elektabilitas Prabowo-Sandi juga akan mampu menandingi Jokowi-Ma’ruf Amin yang hingga saat ini masih terpaut kurang lebih 20%.

 “Sehingga sekarang kenapa masih tersisa 20%? Yaitu karena mungkin di adil makmurnya sudah bisa sampai, tapi kemudian untuk turunan-turunannya ke bawah dan program-programnya bisa berjalan atau tidak? Itu yang menjadi PR nya disitu,” pungkasnya.

Tag : Pilpres 2019
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top