Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Periksa Airin 8 Jam Lebih, KPK Belum Bisa Beri Informasi Soal Adik Ipar Ratu Atut Ini

Meski memeriksa lebih dari 8 jam, KPK masih belum memberikan informasi secara gamblang soal Airin Rachmi Diany, istri Tubagus Wawan Chaeri Wardhana dan adik ipar Ratu Atut tersebut.
Wali Kota Tangsel Airin Rahmi Diany/Antara
Wali Kota Tangsel Airin Rahmi Diany/Antara

Kabar24.com, JAKARTA - Meski memeriksa lebih dari 8 jam, KPK masih belum memberikan informasi secara gamblang soal Airin Rachmi Diany, istri Tubagus "Wawan" Chaeri Wardhana dan adik ipar Ratu Atut tersebut.

KPK meminta keterangan Wali Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Airin Rachmi Diany dalam penyelidikan dugaan korupsi.

"Saya belum bisa menyampaikan informasi karena proses perkara ini belum di tingkat penyelidikan, yang bisa dikonfirmasi memang ada kebutuhan klarifikasi yang bersangkutan terkait penanganan perkara," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di gedung KPK Jakarta.

Airin yang menjalani permintaan keterangan sejak sekitar pukul 08.30 sampai 17.30 WIB itu juga tidak menjelaskan mengenai kedatangannya di KPK.

"Tanya penyidik ya," kata Airin yang mengenakan kemeja putih tersebut sambil masuk ke mobilnya, Selasa (14/11/2017).

Bila proses investigasi masih di tahap penyelidikan, Jubir KPK belum dapat menyampaikannya ke publik.

"Kami belum bisa sampaikan, yang pasti dari seluruh jadwal penyidikan hari ini tidak ada nama yang bersangkutan. Kalau prosesnya belum di penyidikan tentu sifat informasinya masih sangat tertutup," kata Febri.

Airin adalah istri dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan yang merupakan narapidana sejumlah perkara korupsi yang ditangani KPK.

Wawan sedang menjalani masa penahanan di lembaga pemasyarakan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, setelah pada 25 Februari 2015 lalu, Mahkamah Agung memperberat hukuman Wawan menjadi tujuh tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan dalam perkara pemberian suap kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar terkait pengurusan pemilihan kepala daerah (pilkada) kabupaten Lebak dan Banten.

Wawan di KPK juga menjadi terdakwa dalam tiga perkara lain, yaitu perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) Kedokteran Umum di Puskesmas kota Tangerang Selatan tahun anggaran 2012 yang sudah divonis 18 bulan dan dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan sarana dan prasarana alat kesehatan provinsi Banten 2011-2013 serta tindak pidana pencucian uang.

Wawan juga merupakan tersangka kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang masih berada di tahap penyidikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Penulis : Newswire
Editor : Saeno
Sumber : Antara
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper