DIPLOMASI DIGITAL: Pakar Diplomasi, TIK, dan Praktisi Lakukan Kajian Bersama Kemlu dan UGM

Kementerian Luar Negeri bersama para pakar dari Center for Digital Society Univeritas Gadjah Mada menggelar kajian bersama mengenai masa depan pelaksanaan dilpomasi digital bagi Indonesia, di Yogyakarta, Rabu (17/5/2017).
Newswire | 17 Mei 2017 13:23 WIB
Ilustrasi - Bloomberg/Chris Ratcliffe

Kabar24.com, YOGYAKARTA - Diplomasi digital menjadi salah satu hal penting dalam kajian tentang masa depan diplomasi Indonesia.

Kementerian Luar Negeri bersama para pakar dari Center for Digital Society Univeritas Gadjah Mada menggelar kajian bersama mengenai masa depan pelaksanaan dilpomasi digital bagi Indonesia, di Yogyakarta, Rabu (17/5/2017).

Acara "Experts Meeting on Diplomacy" yang berlangsung di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM itu diikuti 30 pakar di bidang diplomasi, dan teknologi informasi komunikasi serta lebih dari 100 praktisi yang terdiri atas pengamat, konsultan, akademisi, serta para diplomat asing dari negara-negara sahabat.

"Kami ingin memperoleh masukan informasi termasuk saran-saran bagaimana sebaiknya diplomasi digital dilakukan," kata Wakil Menteri Luar Negeri RI Abdurrahman Mohammad Fachir saat jumpa pers di sela acara itu.

Diplomasi, menurut Fachir, harus mampu menjawab tantangan-tantangan digital karena dunia digital telah mengubah partisipan, mendorong semangat keterbukaan, dan transparansi.

Oleh sebab itu, diplomasi saat ini harus mampu merebut ruang informasi publik dan menyajikan informasi secara cepat, tepat, dan benar.

Menurut Fachir, di era digital saat ini hampir setiap individu telah bersentuhan dengan media sosial. Dengan demikian ia berharap berbagai aktivitas di media sosial itu juga mampu menampilkan kepentingan bersama baik dalam diplomasi ekonomi, perlindungan kedaulatan, dan termasuk peran Indonesia di dunia internasional.

"Karena di era digital ini pelaku hubungan luar negeri banyak sekali dan bisa dilakukan setiap individu namun saat mereka melakukan hubungan itu diharapkan bisa sejalan dengan kebijakan pemerintah," kata dia.

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan dan Sistem Informasi Didi Achjari mengapresiasi kajian bersama tersebut. UGM, menurut Didi, bisa berkontribusi memberikan perspektif mengenai teknoligi informasi bukan saja dari aspek teknis malainkan juga aspek sosialnya.

"Kami juga akan memberikan masukan mengenai bagaimana Kemlu bisa memanfaatkan big data analytics untuk mengetahui apa saja yang menjadi trending topic saat ini," kata dia.

Sumber : Antara

Tag : diplomasi, digital
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top