Senin, 22 Desember 2014

Prancis Puji Kesepakatan Pemusnahan Senjata Kimia Suriah

Nenden Sekar Arum Sabtu, 14/09/2013 21:57 WIB

Bisnis.com, PARIS – Prancis memuji kesepakatan yang dicapai oleh Amerika Serikat dan Rusia terkait rencana pemusnahkan senjata kimia Suriah sebagai sebuah terobosan.

Menteri Luar Negeri Laurent Fabius dalam sebuah pernyataan menilai hal tersebut sebagai langkah maju yang signifikan, setelah Rusia dan Amerika mencapai kesepakatan tersebut di Jenewa.

Selain itu, Fabius menambahkan pihaknya sedang menunggu informasi lanjutan dari inspektur Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai aksi militer terhadap Damaskus. Diketahui Prancis merupakan pendukung utama Washington dalam mengadvokasi aksi militer terhadap Damaskus.

"Prancis akan menanti laporan yang diterbitkan Senin (16/9/2013) oleh inspektur PBB yang menyelidiki pembantaian di Damaskus sebelum merumuskan sikap definitif," katanya.

Sementara itu tim PBB akan mengumumkan temuannya tentang penyelidikan atas dugaan serangan senjata kimia pada 21 Agustus lalu yang memicu kecaman internasional.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Inggris William Hague dijadwalkan untuk bertemu di Paris pada hari Senin pekan depan guna membahas rincian pelaksanaan kesepakatan tersebut.

Rancangan yang disusun oleh Kerry di Jenewa itu menyepakati penghapusan dan penghancuran senjata kimia Suriah pada pertengahan 2014.

Sementara itu, pihak Rusia mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB akan mengambil tindakan jika Damaskus gagal memenuhi kewajiban internasionalnya terkait senjata kimia.

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...