Jum'at, 19 Desember 2014

Krisis Suriah: Obama Pelajari Opsi Setelah Terjadi Serangan Gas

Winda Rahmawati Minggu, 25/08/2013 19:50 WIB

Bisnis.com, WASHINGTON—Presiden Barack Obama beserta penasihat militer dan keamanan mengeluarkan opsi untuk menanggapi dugaan penggunaan senjata kimia di Suriah di tengah meningkatnya pertanda bahwa pemerintah menggunakan gas beracun melawan warga sipil.

Obama berbicara dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron, sekutu utama AS, dan sepakat bahwa penggunaan senjata kimia oleh pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad sepantasnya ditanggapi serius.

Oposisi Suriah menghitung bahwa di antara 500 dan lebih 1.000 warga sipil telah terbunuh pada pekan ini oleh gas amunisi yang ditembakkan oleh pasukan pemerinath, dan cuplikan video terhadap tubuh-tubuh korban.

Suriah berusaha untuk menghindari kesalahan dengan mengatakan pasukan tentaranya telah menemukan senjata kimia di terowongan pemberontak.

Menter Luar Negeri AS John Kerry menelepon seorang rekan Suriah-nya untuk menegur pemerintah karena tidak mengizinkan tim pemeriksa PBB memasuki wilayah.

Obama pun tampak enggan campur tangan dalam perang sipil Suriah tetapi laporan pembunuhan di dekat Damaskus telah menaruh tekanan di Gedung Putih untuk menanggapi komentar presiden tahun lalu bahwa penggunaan senjata kimia akan menjadi garis merah bagi AS.

AS memposisikan angkatan laut di kawasan Mediterania untuk memberikan pilihan kepada Obama atas serangan bersenjata.

"Presiden Obama telah meminta Departemen Pertahanan untuk menyiapkan pilihan atas semua kemungkinan," kata Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, katanya kepada wartawan di Malaysia saat melakukan trip di Asia, Minggu (25/8/2013).

"Kami telah melakuakn itu dan kami bersedia melaksanakan apapun opsinya, jika Obama memutuskan salah satu opsi tersendiri," katanya.  (ra)

 

 

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...