Bisnis Indonesia - bisnis.com
Senin, 27 April 2015

Kontroversi Bisnis Yusuf Mansur, "Saya Ustad, Bukan Koruptor"

Lahyanto Nadie Jum'at, 19/07/2013 21:35 WIB
Kontroversi Bisnis Yusuf Mansur,

Bisnis.com, JAKARTA – "Saya ini ustad, bukan koruptor. Jadi saya akan bertanggung jawab dengan segala apa yang saya lakukan untuk kepentingan umat," begitu kata Yusuf Mansur dalam wawancara dengan TV One malam ini, Jumat (19/7/2013).

Ustad ini memang kontroversial lantaran mengumpulkan dana masyarakat tanpa izin dari pemerintah. Jumlahnya mencapai Rp42 miliar. Jemaah yang mengikuti pengajiannya diajak berinvestasi secara syariah.

Ia mengingatkan kepada jemaahnya, masyarakat umum dan media massa jangan berburuk sangka jika melihat suatu masalah. "Jangankan kepada ustad, kepada koruptor saja kita tidak boleh berbuat dzolim," tegasnya.

Penegasan itu dilakukannya mengingat bisnis yang ia bangun mendapatkan kritikan cukup gencar dari pengamat ekonomi soal bisnis Patungan Usaha yang dijalankannya. Ia menolak bila bisnisnya disamakan dengan produk investasi bodong.

Tujuan bisnis Patungan Usaha adalah membuat kelompok usaha yang bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya untuk menggerakkan roda perekonomian.

Ia menjamin usahanya bukan kepentingan pribadi, sehingga nama Yusuf Mansur juga tidak masuk dalam struktur organisasi bisnis karena dana itu milik jemaah.

Strategi jangka panjang yang diterapkan ustadz itu adalah untuk mensejahterakan umat Islam dan warga negara Indonesia. Ia menilai kondisi perekonomian Indonesia tidak cukup memberikan kesempatan pada masyakarat luas untuk menikmati kue pembangunan. Itulah sebabnya ia tergerak untuk menerjuni dunia bisnis.

Yusuf Mansur Mengaku Salah dan  Minta Maaf

Inilah 7 Bisnis Strategis Ustad Yusuf Mansur

Apps Bisnis.com available on:    
Ayo cek artikel "Writing Contest: Hemat Energi Secara Total" berhadiah hampir Rp100 juta yang lolos seleksi tahap awal di sini! Share artikel favorit Anda dan vote sebanyak-banyaknya!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...