Selasa, 23 Desember 2014

KORUT VS KORSEL: Pyongyang Ancam Tutup Komplek Industri Bersama

Bambang Supriyanto Sabtu, 30/03/2013 19:29 WIB

BISNIS.COM,SEOUL -- Korea Utara mengancam akan menutup satu komplek industri gabungan dengan Korea Selatan, kata media pemerintah, dalam satu peringatan terbaru dari Pyongyang saat ketegangan meningkat antara kedua pihak.

Ancaman dari badan pemerintah yang menangani kompleks yang terletak persis di utara perbatasan Korea itu diucapkan setelah satu pengumuman Korea Utara, Rabu, bahwa pihaknya memutuskan hubungan telepon militer khusus dan langsung dengan Korea Selatan.

"Kami akan menutup penuh kompleks industri jika Korsel berusaha merusak martabat kami sekecil apapun," kata badan itu dalam satu pernyataan yang disiarkan kantor berita pemerintah KCNA (Korean Central News Agency).

"Kami memperingatkan bahwa tindakan-tindakan keras akan dilakukan jika (Korsel) terus mengeluarkan pernyataan-pernyataan sembrono yang memfitnah martabat kami," katanya. Ia menambahkan nasib kompleks itu tergantung "sepenuhnya" pada sikap Seoul.

Kompleks industri yang terletak 10km di daerah Korut itu dibangun tahun 2004 sebagai simbol kerja sama lintas perbatasan.

Korut selalu hati-hati bagi terjadinya krisis dalam hubungan antar-Korea akan berdampak pada kompleks yang merupakan penghasil uang kontan penting bagi negara komunis itu.

Tetapi ada kekhawatiran bahwa operasi-operasi di kompleks itu akan berdampak akibat tindakan Pyongyang yang memutuskan hubungan telepon khusus langsung militer yang digunakan untuk memantau pergerakan orang masuk dan keluar dari zona itu.

Garis itu digunakan setiap hari untuk memberikan Korut dengan nama-nama dari mereka berusaha memasuki Kaesong, menjamin keselamatan mereka ketika mereka melintas salah satu dari perbatasan-perbatasan yang paling dijaga ketat militer di dunia.

Sabtu siang Korut mengumumkan pihaknya berada dalam "keadaan perang" dengan Korsel dan memperingatkan Seoul dan Washington bahwa setiap provokasi akan mengubah ketegangan yang meningkat ke konflik nuklir besar-besaran.

Itu adalah salah satu dari beberapa pernyataan yang menyakitkan dari Pyongyang baru-baru ini yang ditanggapi dengan peringatan-peringatan keras di Seoul dan Washington, yang meningkatkan kecemasan internasional bahwa situasi itu mungkin bisa menjadi tidak terkendalikan. (Antara/AFP)Foto:nytimes)

Apps Bisnis.com available on:    
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
more...